Emas Dekati Rekor, The Fed & Geopolitik Jadi Pemicu
Harga emas masih bertahan di jalur kenaikan pada Selasa (6/1), melanjutkan reli setelah lonjakan tajam di sesi sebelumnya. XAU/USD diperdagangkan di atas $4.478, menguat sekitar 0,7% pada hari itu, setelah pada Senin emas sempat melesat lebih dari 2,5% akibat meningkatnya permintaan aset aman.
Lonjakan awal dipicu oleh eskalasi geopolitik di Amerika Latin. Operasi militer AS di Venezuela dan kabar penahanan Nicolás Maduro—yang kemudian dibawa ke New York untuk menghadapi proses hukum—menambah lapisan ketidakpastian baru di pasar. Namun setelah lompatan besar di awal pekan, laju pembelian mulai melandai karena investor menunggu kejelasan arah hubungan AS–Venezuela.
Di sisi lain, pasar saham global yang relatif tetap stabil membuat sebagian pelaku pasar tidak buru-buru menambah posisi safe haven. Ini menahan dorongan tambahan, meski harga emas tetap kuat dan sulit turun dalam.
Secara lebih luas, emas masih ditopang kombinasi risiko geopolitik yang belum reda dan keyakinan pasar bahwa The Fed masih punya ruang untuk memangkas suku bunga tahun ini. Ekspektasi suku bunga lebih rendah biasanya menguntungkan emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil, sehingga biaya peluangnya mengecil.
Fokus berikutnya mengarah ke data tenaga kerja AS yang akan rilis akhir pekan ini. Angka tersebut berpotensi menggeser ekspektasi kebijakan The Fed dalam jangka pendek—dan menjadi penentu apakah emas punya tenaga untuk kembali mendekati atau bahkan menantang rekor tertingginya. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id