Emas “Pause”, Fokus Beralih ke NFP
Harga emas hampir bergerak datar pada perdagangan Selasa (6/1), setelah reli tajam sehari sebelumnya. Pasar mulai mengalihkan fokus dari headline Venezuela menuju agenda data ekonomi AS yang padat pekan ini. Di saat yang sama, perak masih melanjutkan penguatan dan mencatat kenaikan untuk sesi ketiga beruntun.
Emas spot bertahan di sekitar US$4.450 per ons, setelah melonjak sekitar 2,7% pada sesi sebelumnya menyusul kabar penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Ketidakpastian soal arah pemerintahan Caracas masih menjadi latar, terutama setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan rencana bahwa Washington akan ikut “mengelola” Venezuela, sementara Delcy Rodríguez ditunjuk sebagai presiden sementara.
Namun, pelaku pasar kini mulai menahan diri dan menunggu “pemicu” baru dari AS. Sorotan utama mengarah ke rangkaian data ekonomi, dengan puncaknya laporan tenaga kerja Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat. Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari juga ikut memberi sinyal bahwa suku bunga sudah mendekati level netral, sehingga data ke depan akan sangat menentukan langkah kebijakan berikutnya.
Dari sisi sentimen, dorongan safe haven akibat Venezuela dinilai kuat tapi cenderung cepat mereda jika ketegangan tidak melebar. Artinya, emas masih punya penopang, tetapi ruang kenaikan tambahan dalam jangka pendek lebih banyak bergantung pada apakah risiko geopolitik meningkat lagi atau data AS memperkuat peluang penurunan suku bunga.
Secara fundamental, emas masih berada dalam tren besar yang kuat. Tahun lalu logam mulia mencetak performa tahunan terbaik sejak 1979, didukung pembelian bank sentral, arus masuk ETF, serta rangkaian pemangkasan suku bunga The Fed—faktor yang membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas lebih menarik. Emas juga sempat mencetak rekor US$4.549,92 pada 26 Desember, dan sebagian bank besar masih melihat potensi kenaikan lanjutan sepanjang 2026.
Meski begitu, ada faktor teknikal yang mulai dipantau pasar: potensi tekanan dari rebalancing indeks komoditas. Lonjakan harga emas-perak berpotensi memaksa dana pasif menyesuaikan bobot portofolio mereka—yang bisa memunculkan aksi jual penyeimbang mulai Kamis, dan itu dapat menahan laju kenaikan untuk sementara.
Di sisi lain, perak tetap tampil lebih agresif. Harga naik hingga sekitar 3,6% pada Selasa. Dari China, LONGi Green Energy disebut mempertimbangkan langkah mengganti sebagian logam dasar dengan perak pada sel surya—sebuah sinyal bahwa permintaan industri tetap aktif meski harga logam putih melonjak dan biaya makin mahal.
Pada perdagangan Eropa, emas naik tipis ke sekitar US$4.451,96 per ons. Perak menguat ke US$77,90 per ons. Platinum naik sekitar 1% dan paladium relatif stabil. Sementara ukuran kekuatan dolar AS bergerak tipis lebih tinggi, mencerminkan pasar masih menunggu data AS sebagai penentu arah berikutnya. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id