Venezuela–Iran–Eropa Memanas, Emas Tetap Kuat
Emas masih bertahan di jalur penguatan pada sesi awal Eropa hari Selasa (6/1), diperdagangkan di kisaran US$4.465 atau hanya sedikit di bawah puncak satu minggu yang tercapai sebelumnya. Pergerakan ini menunjukkan minat beli masih kuat, terutama saat pasar global kembali sensitif terhadap headline risiko.
Dukungan utama datang dari naiknya tensi geopolitik di beberapa titik sekaligus. Situasi Venezuela pasca langkah militer AS, memanasnya hubungan Saudi–UEA, gejolak di Iran, serta konflik Rusia–Ukraina yang belum mereda membuat investor cenderung mencari perlindungan. Dalam kondisi seperti ini, emas kembali dilirik sebagai aset aman (safe haven).
Dari sisi makro, sentimen juga mengarah positif karena ekspektasi pasar bahwa The Fed masih berpeluang memangkas suku bunga dua kali lagi tahun ini. Data PMI AS yang campuran ikut memperkuat pandangan bahwa ekonomi belum cukup solid untuk mendorong kebijakan yang lebih ketat, sehingga logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil tetap mendapat ruang untuk naik.
Tekanan pada dolar AS ikut membantu pergerakan emas. Kekhawatiran tentang independensi The Fed di bawah pemerintahan Donald Trump membuat dolar menjauh dari level tertinggi hampir empat minggu. Fokus pasar kini mengarah ke laporan tenaga kerja AS (Nonfarm Payrolls/NFP) pada Jumat, yang berpotensi menjadi penentu arah dolar dan memberi “bahan bakar” baru untuk pergerakan emas berikutnya. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id