Emas Ngegas, Dunia Semakin Panas!
Harga emas (XAU/USD) menguat ke kisaran $4.345 pada awal sesi Asia hari Jumat, mendekati area $4.350. Pergerakan ini menunjukkan minat beli masih bertahan setelah reli besar sepanjang 2025.
Pasar menilai peluang penguatan emas masih terbuka karena dua motor utama: ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan meningkatnya arus safe-haven saat risiko geopolitik belum mereda.
Sepanjang 2025, emas mencatat kenaikan sekitar 65%, menjadi kenaikan tahunan terbesar sejak 1979. Lonjakan ini memperkuat posisi emas sebagai aset pelindung nilai saat ketidakpastian ekonomi dan politik global meningkat.
Dari sisi kebijakan moneter, The Fed pada rapat Desember memangkas suku bunga 25 bps, membawa suku bunga acuan ke kisaran 3,50%–3,75%. Alasan utamanya: risiko pelemahan di pasar tenaga kerja meningkat dan tekanan inflasi dinilai mulai mereda.
Namun keputusan itu tidak bulat. Stephen Miran justru memilih pemangkasan lebih besar (jumbo cut), sementara Austan Goolsbee dan Jeff Schmid menolak pemangkasan dan lebih memilih suku bunga tetap. Perbedaan suara ini memperlihatkan arah kebijakan masih jadi perdebatan internal.
Meski begitu, risalah rapat FOMC (9–10 Desember) menunjukkan mayoritas pejabat masih melihat pemotongan suku bunga lanjutan sebagai langkah yang masuk akal, selama inflasi terus turun. Suku bunga yang lebih rendah biasanya mendukung emas karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil jadi lebih kecil.
Selain faktor suku bunga, ketegangan Israel–Iran yang belum selesai dan memanasnya tensi AS–Venezuela turut mengangkat daya tarik emas. Saat situasi global tidak stabil, investor cenderung mencari aset yang dianggap mampu menjaga nilai, dan emas sering jadi pilihan utama.
Di sisi lain, kenaikan emas bisa tertahan oleh aksi ambil untung dan penyesuaian portofolio. Ditambah lagi, CME Group menaikkan persyaratan margin untuk kontrak berjangka emas, perak, dan logam lain artinya trader perlu menaruh lebih banyak dana untuk mempertahankan posisi, yang sering memicu pengurangan posisi dan menahan laju kenaikan.
5 poin penting
- Emas naik ke ~$4.345 di awal sesi Asia, mendekati $4.350.
- Emas menutup 2025 +~65%, terbaik sejak 1979.
- The Fed memangkas 25 bps (3,50%–3,75%), tapi ada perbedaan suara internal.
- Risalah FOMC: mayoritas masih membuka peluang rate cut lanjutan jika inflasi turun.
- Margin CME naik + potensi profit taking bisa menahan kenaikan emas/perak.(asd)
Sumber: Newsmaker.id