Emas Mendekati $4300!
Harga emas melemah pada sesi Asia hari Jumat dan turun ke bawah level $4.350. Pergerakan ini terjadi meskipun inflasi AS (CPI) menunjukkan tanda mereda, yang seharusnya mendukung emas melalui peluang pemangkasan suku bunga.
Tekanan utama datang dari aksi ambil untung setelah reli sebelumnya. Selain itu, ada penutupan posisi beli (long liquidation) dari trader futures jangka pendek, sehingga emas kehilangan momentum dan bergerak turun.
Namun, potensi penurunan emas dinilai tidak terlalu dalam. Data CPI AS November yang lebih rendah dari perkiraan bisa membuka ruang untuk pemangkasan suku bunga The Fed lebih lanjut, dan ini biasanya menjadi sentimen positif untuk emas.
Ketika suku bunga turun, biaya peluang memegang emas ikut menurun karena emas tidak memberikan imbal hasil (non-yielding). Artinya, emas cenderung lebih menarik saat pasar melihat arah suku bunga lebih rendah.
Selain faktor suku bunga, kondisi geopolitik juga bisa menjadi penopang. Ketegangan AS–Venezuela, ditambah permintaan industri dan investasi yang masih kuat, berpotensi menjaga minat terhadap emas sebagai aset safe haven.
Meski demikian, pasar juga mencermati kualitas data inflasi karena proses pengumpulan data sempat terdampak shutdown pemerintah federal terlama dalam sejarah AS. Fokus berikutnya adalah rilis University of Michigan Consumer Sentiment Index untuk Desember, yang dijadwalkan keluar pada Jumat dan bisa memberi petunjuk tambahan arah pasar. (asd)
Sumber: Newsmaker.id