Mayoritas Anggota Fed Melihat Cut Rate Lanjutan di Tahun Ini
Mayoritas para pembuat kebijakan Federal Reserve menilai bahwa pemangkasan suku bunga lebih lanjut layak dilakukan tahun ini, didorong oleh pelemahan pasar tenaga kerja. Namun, ketidakpastian akan tingkat netral serta kekhawatiran inflasi yang masih berlanjut membuat prospek seberapa rendah suku bunga kemungkinan akan turun menjadi kabur, menurut risalah rapat The Fed 16–17 September yang dirilis Rabu (8/10).
“Sebagian besar peserta menilai tepat untuk menggeser kisaran target suku bunga dana federal menuju pengaturan yang lebih netral karena mereka menilai risiko penurunan terhadap ketenagakerjaan meningkat selama periode antarrapat dan risiko kenaikan terhadap inflasi telah berkurang atau tidak meningkat,” demikian isi risalah.
Pada akhir rapat September, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memilih memangkas suku bunga acuan ke kisaran 4,00%–4,25%. Ini merupakan penurunan pertama dalam sembilan bulan, ketika kekhawatiran pelemahan pasar tenaga kerja mengalahkan sebagian kekhawatiran bahwa inflasi masih di atas target.
Dalam rapat September, para anggota Fed mendukung dua kali pemangkasan suku bunga lagi tahun ini, naik dari proyeksi sebelumnya yang hanya satu kali.
Meski risiko terhadap pasar tenaga kerja meningkat, The Fed belum membunyikan alarm. “Para peserta umumnya memperkirakan bahwa, dengan kebijakan moneter yang tepat, kondisi pasar tenaga kerja tidak banyak berubah atau melemah secara moderat,” tulis risalah.
Soal inflasi, para anggota Fed belum siap menyatakan kemenangan. Mereka tampak lebih waspada terhadap tekanan harga yang dapat bergerak semakin menjauh di atas target 2%, sekalipun tarif hanya memberi dorongan sekali lewat.
“Mayoritas peserta menekankan risiko kenaikan pada prospek inflasi, menunjuk pada pembacaan inflasi yang bergerak semakin jauh dari 2%, ketidakpastian yang terus berlanjut tentang dampak tarif, serta kemungkinan inflasi yang tinggi akan lebih persisten daripada perkiraan saat ini bahkan setelah efek kenaikan tarif tahun ini memudar,” demikian risalah.
Prospek yang tidak pasti terkait inflasi akibat tarif ini diperkirakan berlanjut hingga tahun depan, dengan “sebagian besar peserta memperkirakan dampak-dampak tersebut akan nampak pada akhir tahun depan.”(yds)
Sumber: Reuters