• Sat, Jan 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

1 July 2025 22:14  |

The Fed Belum Mau Turunkan Suku Bunga, Powell: Lihat Data Dulu

Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell pada hari Selasa (1/7) menegaskan kembali rencana bank sentral AS untuk "menunggu dan mempelajari lebih lanjut" tentang dampak tarif terhadap inflasi sebelum menurunkan suku bunga, sekali lagi mengesampingkan tuntutan Presiden Donald Trump untuk pemangkasan suku bunga segera dan mendalam.

"Kami hanya butuh waktu," kata Powell pada pertemuan bank sentral di Portugal, sehari setelah Trump mengiriminya surat tulisan tangan yang mencatat seberapa rendah bank sentral lain telah memangkas suku bunga dan menyarankan AS perlu bergerak. "Selama ekonomi AS dalam kondisi solid, kami pikir hal yang bijaksana untuk dilakukan adalah menunggu dan mempelajari lebih lanjut dan melihat apa saja dampaknya."

Ketika ditanya tentang rentetan hinaan Trump, komentar Powell bahwa Fed berfokus "100%" pada target inflasi dan lapangan kerja menuai tepuk tangan dari hadirin di konferensi Bank Sentral Eropa dan dari rekan-rekan Powell dari ECB, Bank of England, dan bank-bank sentral lainnya yang bergabung dengannya di panggung untuk diskusi panel.

Independensi bank sentral dari lobi pejabat terpilih, setidaknya dalam penetapan suku bunga, dianggap sebagai kunci untuk menjaga inflasi tetap terkendali.

Pada saat yang sama Powell mencatat bahwa mayoritas pejabat Fed dalam proyeksi terbaru masih berharap untuk menurunkan suku bunga acuan akhir tahun ini, dengan tidak ada satu pun dari empat pertemuan bank sentral yang tersisa yang tidak akan dilaksanakan.

Fed akan bertemu lagi pada 29-30 Juli.

"Itu akan tergantung pada data, dan kami akan mengadakan pertemuan demi pertemuan," kata Powell. "Saya tidak akan membatalkan pertemuan apa pun atau langsung melakukannya. Itu akan tergantung pada bagaimana data berkembang."

The Fed akan merilis data ketenagakerjaan terbaru, yang mencakup bulan Juni, pada hari Kamis, dengan para ekonom memperkirakan pertumbuhan lapangan kerja akan melambat. Data inflasi baru akan dirilis dalam beberapa minggu, sementara 9 Juli adalah batas waktu untuk kemungkinan penerapan tarif global yang lebih tinggi.

Respons pasar terhadap komentar Powell menggambarkan dilema yang dihadapi The Fed saat mempertimbangkan kombinasi risiko geopolitik dan data yang saling bertentangan.

Investor meningkatkan estimasi kemungkinan penurunan suku bunga pada bulan Juli menjadi sekitar satu dari empat setelah Powell tidak secara eksplisit mengesampingkannya, kemudian menurunkan peluang kembali menjadi hampir satu dari lima setelah data lowongan pekerjaan AS lebih kuat dari yang diharapkan. (Arl)

Sumber: Reuters

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
FISCAL & MONETARY

BOJ Pertahankan Suku Bunga, Pangkas Prospek Pertumbuhan PDB

Bank of Japan (BOJ) mempertahankan suku bunga jangka pendek utamanya tidak berubah pada 0,5% selama pertemuannya di bulan Mei...

1 May 2025 10:46
BIAS23.com NM23 Ai