SNB Pertahankan Suku Bunga Nol
Swiss National Bank mempertahankan suku bunga di 0% untuk pertemuan keempat berturut-turut, sekaligus menegaskan kesiapan lebih tinggi untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing. Keputusan ini menunjukkan bank sentral Swiss masih berhati-hati terhadap potensi penguatan franc yang terlalu cepat, meski ketegangan geopolitik mulai mereda setelah kesepakatan damai AS-Iran.
Presiden SNB Martin Schlegel pada hari Kamis (17/6) mengatakan bank sentral siap masuk ke pasar jika diperlukan untuk menahan apresiasi franc yang berlebihan. Menurutnya, penguatan franc yang terlalu cepat dapat mengganggu stabilitas harga di Swiss. Setelah keputusan tersebut, franc melemah tipis terhadap euro hingga sekitar 0,9215 per euro.
Sikap SNB memperlihatkan bahwa risiko utama bagi Swiss bukan inflasi tinggi seperti di banyak negara lain, melainkan tekanan disinflasi yang bisa diperkuat oleh franc yang terlalu kuat. Inflasi tahunan Swiss naik ke 0,6%, masih berada dalam kisaran target 0% hingga 2%. SNB sedikit menaikkan proyeksi inflasi menjadi 0,6% tahun ini, 0,6% pada 2027, dan 0,7% pada 2028.
Bank sentral menilai tekanan inflasi jangka menengah hampir tidak berubah, dengan kenaikan terbaru lebih banyak dipengaruhi oleh biaya energi. Proyeksi pertumbuhan juga dipertahankan di sekitar 1% tahun ini dan 1,5% tahun depan, menunjukkan kebijakan moneter masih bersifat akomodatif bagi ekonomi.
Bagi pasar, keputusan ini berarti SNB ingin menjaga fleksibilitas. Jika gejolak geopolitik kembali mendorong aliran dana ke franc, bank sentral dapat melakukan intervensi atau bahkan kembali mempertimbangkan kebijakan lebih ekstrem. Fokus berikutnya tertuju pada data intervensi valas, arah franc terhadap euro, dan apakah inflasi Swiss tetap cukup rendah untuk menahan suku bunga di level nol lebih lama. (arl)
Sumber : Newsmaker.id