BoE Tahan Suku Bunga, Risiko Inflasi Masih Diawasi
Bank of England mempertahankan suku bunga di 3,75% pada pertemuan Kamis (17/6) setelah menilai penurunan harga minyak dalam beberapa hari terakhir sebagai perkembangan yang positif. Namun, keputusan ini tidak sepenuhnya dovish karena dua pembuat kebijakan memilih kenaikan langsung sebesar 25 basis poin ke 4% akibat kekhawatiran inflasi yang masih bertahan.
Megan Greene bergabung dengan Chief Economist Huw Pill dalam mendukung kenaikan suku bunga. Keduanya menilai prospek harga masih tidak stabil, meski AS dan Iran telah mencapai gencatan senjata. BoE juga menurunkan perkiraan puncak inflasi menjadi 3,25% pada kuartal IV tahun ini, lebih rendah dari proyeksi April sebesar 3,6%.
Gubernur Andrew Bailey mengatakan penurunan harga minyak memberi sinyal yang menggembirakan. Namun, ia menegaskan situasi masih sulit diprediksi dan risiko harga energi bertahan tinggi dalam periode lebih lama belum sepenuhnya hilang. Karena itu, BoE tetap membuka ruang untuk bertindak jika inflasi kembali menguat.
Bank sentral Inggris masih menghadapi dilema antara menekan inflasi dan menjaga pertumbuhan ekonomi. Inflasi berada di 2,8%, masih di atas target 2%, sementara pasar tenaga kerja mulai melonggar. Data terbaru menunjukkan 64.000 pekerjaan hilang sejak perang Iran dimulai pada Februari dan pertumbuhan upah sektor swasta turun ke level terlemah dalam lima tahun.
Risalah MPC menyebut pelemahan permintaan dan pasar tenaga kerja dapat mengurangi risiko efek lanjutan dari inflasi. GDP Inggris juga turun 0,1% pada April, meski BoE menilai laju pertumbuhan dasar masih sekitar 0,2% pada kuartal I dan kemungkinan bertahan di level serupa pada kuartal II.
Gencatan senjata AS-Iran membantu meredakan skenario inflasi terburuk karena minyak turun di bawah $80 per barel untuk pertama kali dalam tiga bulan, dari puncak $108 per barel. Namun, ketahanan gencatan senjata 60 hari masih menjadi sumber ketidakpastian bagi prospek energi dan inflasi.
BoE mempertahankan panduan netral dengan menyatakan akan terus memantau situasi Timur Tengah dan siap bertindak jika diperlukan agar inflasi tetap menuju target 2% dalam jangka menengah. Fokus pasar berikutnya tertuju pada arah harga minyak, data tenaga kerja, pertumbuhan upah, dan apakah tekanan inflasi cukup mereda untuk membuat BoE tetap menahan suku bunga.(arl)
Sumber : Newsmaker.id