• Tue, Apr 7, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

7 April 2026 13:44  |

Inflasi Dinilai Memburuk, The Fed Kirim Sinyal Hawkish ke Pasar

Pernyataan terbaru dari pejabat Federal Reserve kembali menegaskan bahwa tekanan inflasi belum sepenuhnya terkendali. Austan Goolsbee dan Beth Hammack menyebut kondisi inflasi saat ini sudah memasuki level “orange,” bahkan berpotensi lebih buruk, terutama di tengah lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah.

Komentar tersebut mencerminkan kekhawatiran bahwa inflasi tidak hanya bertahan lebih lama, tetapi juga bisa kembali meningkat jika tekanan dari sisi energi terus berlanjut. Dalam laporan Reuters, kedua pejabat tersebut menilai bahwa saat ini inflasi menjadi perhatian yang lebih besar dibandingkan kondisi pasar tenaga kerja, yang selama ini menjadi indikator utama kesehatan ekonomi AS.

Kenaikan harga minyak yang sudah menembus di atas $110 per barel memperbesar risiko inflasi global, sehingga memperkuat pandangan bahwa bank sentral kemungkinan akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Dalam situasi seperti ini, peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat menjadi semakin kecil, bahkan pasar mulai mempertimbangkan kemungkinan kebijakan yang tetap hawkish hingga akhir tahun.

Dampaknya langsung terasa di pasar keuangan global. Dolar AS cenderung tetap kuat karena didukung ekspektasi suku bunga tinggi, sementara aset seperti emas menghadapi tekanan karena tidak memberikan imbal hasil. Namun di sisi lain, ketegangan geopolitik tetap memberikan dukungan terhadap permintaan safe haven, sehingga pergerakan emas menjadi lebih terbatas dan cenderung sideways.

Secara keseluruhan, pernyataan dari pejabat The Fed ini memperjelas arah kebijakan ke depan: fokus utama tetap pada pengendalian inflasi, meskipun risiko terhadap pertumbuhan ekonomi mulai meningkat. Artinya, pasar saat ini tidak hanya menghadapi ketidakpastian geopolitik, tetapi juga tekanan kebijakan moneter yang berpotensi bertahan lebih lama dari perkiraan sebelumnya.(Zaf)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Barkin: Inflasi “Menggembirakan”, Tapi Fed Belum Mau Bur...

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menilai data inflasi AS bulan Desember sebagai “menggembirakan”. Namun ia ...

14 January 2026 09:57
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai