The Fed Makin Hawkish, Goolsbee Prioritaskan Inflasi
Presiden Chicago Fed Austan Goolsbee mengatakan ia kini lebih khawatir terhadap inflasi dibanding pengangguran, menandai pergeseran nada ketika lonjakan harga minyak memperbesar risiko tekanan harga yang lebih persisten. Dalam wawancara dengan CNBC pada Senin (23/3), Goolsbee menyebut The Fed mungkin perlu mengetatkan kebijakan moneter jika guncangan harga energi mulai mendorong inflasi “keluar kendali,” meski ia menegaskan semua opsi tetap terbuka dan suku bunga bisa bergerak ke dua arah.
Pernyataan itu menambah sinyal bahwa prospek kebijakan moneter mulai bergeser dari narasi pemangkasan suku bunga menuju kemungkinan bertahan lebih lama—bahkan membuka ruang kenaikan, meski belum menjadi skenario utama. Sejumlah analis menilai, bila The Fed akhirnya menaikkan suku bunga, itu akan menjadi perubahan besar setelah berbulan-bulan fokus pasar pada penurunan suku bunga. Dalam pertemuan pekan lalu, The Fed mempertahankan suku bunga dan tetap mempertahankan jalur pemangkasan tahun ini, namun ada minoritas pejabat yang mendorong agar pernyataan resmi menegaskan langkah berikutnya bisa berupa pemangkasan atau kenaikan.
Goolsbee menekankan dilema mandat ganda The Fed: guncangan minyak berpotensi memicu pola stagflasi—harga bensin dan pangan naik sementara permintaan dan pasar tenaga kerja melemah. Dengan inflasi sudah lama berada di atas target 2% dan “nyaman tinggi” selama lima tahun, tambahan risiko “lasting gasoline-price shock” membuat situasi menjadi “fraught but intense moment,” menurut Goolsbee, sehingga ia cenderung memberi bobot lebih pada risiko inflasi dibanding pelemahan pasar kerja.
Di pasar, ekspektasi juga bergeser. Setelah sebelumnya memperkirakan dua kali pemangkasan 25 bps tahun ini, pelaku pasar derivatif kini lebih banyak memproyeksikan suku bunga bertahan hingga akhir tahun, dengan peluang kenaikan suku bunga yang masih kecil. Namun perbedaan pandangan tetap ada di internal: Gubernur The Fed Stephen Miran, dalam wawancara terpisah, masih menilai pemangkasan suku bunga empat kali tahun ini memungkinkan, dengan argumen bank sentral bisa “melihat tembus” guncangan minyak selama tidak merembet ke inflasi inti, ekspektasi inflasi jangka menengah, atau spiral upah. Miran juga disebut menjadi satu-satunya dissent dalam keputusan The Fed pekan lalu karena mendorong pemangkasan. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id