• Thu, Mar 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

19 March 2026 02:15  |

Powell: Kami “Belum Tahu” Dampak Lonjakan Minyak ke Inflasi dan Ekonomi AS

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan para pembuat kebijakan “benar-benar belum tahu” seberapa besar lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah akan memengaruhi inflasi maupun ekonomi AS. Pernyataan itu disampaikan Powell pada Rabu (18/3), setelah The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga, sesuai ekspektasi pasar.

Powell menegaskan bahwa dampak perkembangan di Timur Tengah terhadap ekonomi AS masih penuh ketidakpastian. Menurutnya, dalam jangka dekat, harga energi yang lebih tinggi akan mendorong inflasi headline naik, namun masih terlalu dini untuk memastikan skala dan durasi efeknya terhadap pertumbuhan dan tenaga kerja. “Implikasi peristiwa di Timur Tengah terhadap ekonomi AS tidak pasti… dalam jangka pendek, harga energi yang lebih tinggi akan mendorong inflasi keseluruhan naik, tapi terlalu cepat untuk mengetahui cakupan dan lamanya dampak tersebut,” kata Powell.

Sebelumnya, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menahan suku bunga acuan 3,50%–3,75% untuk rapat kedua beruntun. Keputusan ini datang setelah The Fed memangkas suku bunga total 75 bps pada akhir tahun lalu, sehingga fokus pasar kini bergeser ke sinyal berikutnya: apakah Fed tetap membuka ruang pelonggaran atau akan bertahan lebih lama.

Dalam pembaruan Summary of Economic Projections (SEP)/dot plot, The Fed tetap memproyeksikan setidaknya satu pemangkasan suku bunga tahun ini (dan satu lagi pada 2027), tetapi sekaligus menaikkan proyeksi inflasi inti PCE 2026 menjadi 2,7% (yoy) dari proyeksi Desember 2,5%. Powell menyebut lonjakan minyak “akan menjadi bagian” dari proyeksi inflasi yang lebih tinggi itu, termasuk kemungkinan efeknya merembes ke inflasi inti. Namun ia juga menambahkan bahwa kenaikan proyeksi tersebut turut mencerminkan “minimnya kemajuan” pada isu tarif.

Powell menekankan ketidakpastian: “We just don’t know.” Artinya, Fed melihat shock energi sebagai risiko nyata, tetapi belum bisa mengukur apakah itu hanya lonjakan sementara atau berubah menjadi tekanan inflasi yang lebih lengket dan menuntut suku bunga bertahan tinggi lebih lama.

Kondisi ini muncul saat inflasi AS masih berada di atas target Fed, sementara sinyal pasar tenaga kerja bercampur. Perang Iran memperumit kalkulasi kebijakan, dengan Brent melonjak tajam sejak akhir Februari dan harga bensin AS menembus level tertinggi sejak Oktober 2023. Dalam pernyataan resminya, FOMC menyebut aktivitas ekonomi masih tumbuh solid, kenaikan pekerjaan tetap rendah, tingkat pengangguran relatif tidak berubah dalam beberapa bulan terakhir, dan inflasi masih “agak tinggi”.

Fed tetap menahan suku bunga dan mempertahankan proyeksi satu kali cut, tetapi Powell mengirim pesan penting bahwa oil shock bisa mengerek inflasi dan jalur kebijakan berikutnya sangat bergantung pada data. Selama durasi dan skala dampak energi belum jelas, pasar harus siap pada volatilitas yang lebih tinggi—karena narasi bisa cepat bergeser dari “rate cuts” ke “higher-for-longer.”(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Barkin: Inflasi “Menggembirakan”, Tapi Fed Belum Mau Bur...

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menilai data inflasi AS bulan Desember sebagai “menggembirakan”. Namun ia ...

14 January 2026 09:57
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
BIAS23.com NM23 Ai