Fed Miran Dovish, Risiko Timur Tengah Belum Ubah Outlook
Gubernur Federal Reserve Stephen Miran mengatakan pemangkasan suku bunga masih tepat dilanjutkan karena masih terlalu dini menilai dampak perang di Timur Tengah terhadap ekonomi AS. Dalam wawancara di Bloomberg TV pada Rabu (4/3), Miran menegaskan perkembangan akhir pekan belum membuatnya mengubah proyeksi terkait pasar tenaga kerja maupun inflasi.
Pernyataan itu muncul ketika harga minyak melonjak usai serangan AS dan Israel ke sejumlah target di Iran, mendorong investor menurunkan probabilitas pemangkasan suku bunga pada 2026. Sejumlah pejabat Fed pekan ini menilai eskalasi konflik menambah ketidakpastian prospek ekonomi, yang dibaca sebagian pelaku pasar sebagai alasan The Fed bisa bertahan lebih lama pada posisi “tahan”.
Bahkan sebelum eskalasi di Iran, beberapa pejabat Fed telah menyoroti tanda stabilisasi pasar tenaga kerja dan menyiratkan preferensi menunggu konfirmasi lebih lanjut bahwa inflasi bergerak turun menuju target 2% sebelum melanjutkan pemangkasan.
Miran mengambil pandangan berbeda. Ia menilai totalitas data tenaga kerja masih menunjukkan kebutuhan dukungan tambahan dari kebijakan moneter, sehingga alasan untuk tetap melanjutkan pemangkasan suku bunga masih ada.
Pasar kini menunggu laporan ketenagakerjaan bulanan pemerintah AS untuk Februari yang akan dirilis Bureau of Labor Statistics pada Jumat, yang berpotensi menjadi penentu utama arah ekspektasi kebijakan The Fed dalam waktu dekat. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id