Logan: Risiko Inflasi Masih Hidup, The Fed Tetap Siaga
Presiden Federal Reserve Bank of Dallas, Lorie Logan, mengatakan risiko inflasi yang meningkat masih ada, namun kebijakan moneter saat ini berada pada posisi yang tepat untuk menghadapi risiko tersebut. Pernyataan itu disampaikan dalam acara di Universitas Columbia pada Jumat (20/2).
Logan menekankan ketidakpastian ekonomi masih berlanjut, dan salah satu sumber ketidakpastian terbesar datang dari sektor teknologi. Ia juga menilai perkembangan teknologi—termasuk AI—masih perlu dicermati karena dampaknya bisa menjalar ke produktivitas, permintaan, hingga stabilitas keuangan.
Ia mendukung keputusan The Fed pada Januari untuk menahan suku bunga, dengan alasan pasar tenaga kerja masih terlihat solid. Meski begitu, Logan mengambil nada “hati-hati tapi optimistis” bahwa ekonomi berada di jalur yang benar untuk membawa inflasi kembali menuju target.
Namun Logan menggarisbawahi satu hal: ia belum sepenuhnya yakin inflasi benar-benar berada di jalur menuju 2%. Ia juga mengaku khawatir jika permintaan ekonomi berjalan lebih cepat daripada penawaran, kondisi yang bisa menjaga tekanan harga tetap tinggi.
Terkait tenaga kerja, Logan menyebut sejauh ini AI belum terlihat menggantikan pekerja secara masif. Ia juga menambahkan bahwa setelah keputusan pengadilan soal tarif, ketidakpastian tarif menjadi lebih besar—dan masih banyak faktor yang akan menentukan arah kebijakan ke depan.
Di sektor perbankan, Logan mengingatkan pentingnya bank memahami keragaman deposan serta memastikan kesiapan akses likuiditas. Sebagai catatan tambahan, ia menyebut perkiraan “titik impas” pasar tenaga kerja saat ini berada di kisaran 30.000 pekerjaan per bulan—angka acuan untuk menilai apakah pasar kerja menguat atau mulai mendingin. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id