Daly: Inflasi Belum Selesai
Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly menegaskan bank sentral AS belum bisa “lepas tangan” dari misi utama: menurunkan inflasi dan memastikan arahnya benar-benar menuju target 2%. Dalam acara di San Jose State University pada hari Selasa (17/2), Daly menilai kebijakan moneter yang moderat hingga sedikit ketat masih diperlukan agar penurunan inflasi tidak berhenti di tengah jalan.
Daly juga mengangkat isu yang mulai jadi pembicaraan besar di pasar: kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, AI berpotensi membantu lewat peningkatan produktivitas—yang pada akhirnya bisa menahan tekanan harga. Tapi Daly menekankan, The Fed harus “menggali lebih dalam” untuk memastikan dampak AI itu nyata dan menyebar ke ekonomi, karena banyak studi makro saat ini masih menemukan bukti efek AI yang terbatas (bisa jadi karena adopsinya masih awal atau butuh waktu untuk terasa).
Di sisi lain, Daly memberi peringatan soal kerentanan pasar tenaga kerja. Ia menyoroti bahwa penciptaan lapangan kerja belakangan ini cenderung ditopang oleh rentang sektor yang sempit—dan kalau konsentrasi ini memburuk, “kerentanan” bisa berubah menjadi kerapuhan yang lebih luas. Pesannya jelas: Fed tidak hanya membaca inflasi, tetapi juga menjaga agar perbaikan tidak “mengorbankan” pasar kerja.
Pernyataan Daly datang saat pasar menunggu petunjuk lanjutan dari Minutes FOMC dan data inflasi pilihan Fed, PCE, untuk mengukur kapan pelonggaran berikutnya masuk akal. Dalam konteks ini, Daly memberi garis besar: AI bisa jadi faktor pendorong disinflasi, tapi bukan alasan otomatis untuk melonggarkan kebijakan—setidaknya sampai datanya benar-benar berbicara. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id