Barr: Inflasi Belum Aman, The Fed Pilih Menunggu
Gubernur Federal Reserve Michael Barr mengindikasikan bank sentral AS kemungkinan akan menahan suku bunga untuk beberapa waktu, sambil menunggu konfirmasi data bahwa tekanan harga benar-benar mereda. Dalam pidatonya di New York Association for Business Economics pada hari Selasa (17/2), Barr menilai langkah paling bijak saat ini adalah memberi ruang waktu untuk membaca kondisi ekonomi “seiring perkembangannya”.
Barr menekankan, ia ingin melihat bukti yang lebih kuat bahwa inflasi harga barang turun secara berkelanjutan sebelum mempertimbangkan pemangkasan suku bunga lebih lanjut—dengan catatan pasar tenaga kerja tetap stabil. The Fed sendiri sudah memangkas total 75 bps tahun lalu hingga kisaran 3,50%–3,75%, lalu menahan pada pertemuan Januari.
Meski inflasi sudah mendingin dibanding puncaknya, Barr menilai risiko inflasi bertahan di atas target 2% masih signifikan, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan. Ia turut menyinggung tarif sebagai faktor yang dapat mengganggu jalur disinflasi dan membuat laju penurunan inflasi tidak mulus.
Dari sisi tenaga kerja, Barr menggambarkan kondisi yang terlihat stabil namun “rapuh” dan rentan terhadap guncangan negatif. Sementara soal AI, ia menilai adopsinya sejauh ini lebih banyak memicu pergeseran peran di dalam perusahaan ketimbang gelombang PHK, tetapi risiko gangguan jangka pendek tetap perlu diantisipasi—dan “boom AI” tidak otomatis menjadi alasan untuk menurunkan suku bunga kebijakan. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id