Hassett: Jobs Bisa Melambat—Tapi Itu Belum Tanda Bahaya
Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS, Kevin Hassett, memberi sinyal pasar sebaiknya siap melihat angka penciptaan kerja yang lebih kecil dalam beberapa bulan ke depan. Menurutnya, itu bukan otomatis kabar buruk—karena pertumbuhan penduduk AS melambat, sehingga kebutuhan “tambahan pekerjaan” untuk menjaga pasar tenaga kerja tetap stabil juga ikut turun.
Dalam wawancara di CNBC pada hari Senin (9/2), Hassett menyebut angka jobs yang lebih rendah masih bisa selaras dengan ekonomi yang tetap kuat. Ia menekankan, selama pertumbuhan ekonomi dan produktivitas tetap tinggi, angka lapangan kerja yang tidak sebesar biasanya tidak perlu langsung dibaca sebagai tanda pelemahan.
Sorotan terdekat ada pada laporan tenaga kerja Januari yang dijadwalkan rilis Rabu. Konsensus memperkirakan penambahan sekitar 69.000 pekerjaan, dengan tingkat pengangguran diproyeksikan bertahan di 4,4%. Pasar menunggu apakah data ini mengonfirmasi cerita “melambat tapi sehat” atau justru membuka kekhawatiran baru.
Laporan ini juga bakal memuat revisi historis, yang diperkirakan mengarah pada penyesuaian turun cukup besar untuk data payroll pada periode hingga Maret 2025. Artinya, bukan cuma angka bulan ini yang akan dibaca pasar, tapi juga “peta ulang” tren ketenagakerjaan setahun terakhir.
Hassett menutup dengan satu poin penting: standar “angka aman” untuk menahan pengangguran—sering disebut tingkat titik impas—dinilai sekarang jauh lebih rendah dibanding era sebelumnya. Pesannya ke pasar jelas: kalau angka job creation mengecil, belum tentu ekonomi melemah—bisa jadi memang baseline-nya yang berubah. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id