• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

5 February 2026 21:04  |

ECB Tahan Rate: Lagarde Soroti Digital, Upah, dan Risiko Perang Dagang

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde menegaskan bahwa keputusan menahan suku bunga pada pertemuan Februari diambil karena kondisi ekonomi zona euro masih bergerak “campur aduk”: ada sektor yang menunjukkan daya tahan, tapi ketidakpastian global tetap jadi bayang-bayang.

Lagarde menjelaskan pada pidato nya hari Kamis (5/2), motor pertumbuhan masih banyak ditopang sektor jasa, terutama aktivitas yang terkait teknologi seperti TI/digital. Di saat yang sama, sektor manufaktur dinilai cukup tangguh, sementara konstruksi mulai memperlihatkan perbaikan momentum dibanding periode sebelumnya.

Dari sisi permintaan, ECB melihat beberapa penopang mulai terbentuk. Belanja pemerintah diperkirakan akan ikut membantu mengangkat konsumsi dan permintaan domestik. Selain itu, investasi bisnis juga diharapkan membaik—terutama karena semakin banyak perusahaan yang mengalihkan belanja modalnya ke teknologi digital.

Untuk inflasi, Lagarde menekankan bahwa indikator inflasi inti relatif tidak banyak berubah. Namun, sinyal ke depan menunjukkan tekanan biaya mulai melunak: sejumlah indikator dan survei mengarah pada moderasi biaya tenaga kerja yang berlanjut, sebuah faktor yang penting bagi arah inflasi beberapa bulan ke depan.

Ia juga menyoroti bahwa mayoritas ukuran ekspektasi inflasi jangka panjang masih berada di sekitar 2%, yang berarti pasar belum melihat risiko inflasi “lepas kendali”. Tapi ECB tetap tidak mau terburu-buru karena jalur inflasi masih bisa dipengaruhi banyak kejutan.

Lagarde menutup dengan catatan risiko: zona euro sedang berada dalam lingkungan kebijakan global yang bergejolak. Ketidakpastian bisa menahan belanja dan investasi, sementara gesekan perdagangan internasional berpotensi mengganggu rantai pasok dan menekan ekspor—dua hal yang bisa membuat pemulihan ekonomi berjalan tidak mulus. (Arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Barkin: Inflasi “Menggembirakan”, Tapi Fed Belum Mau Bur...

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menilai data inflasi AS bulan Desember sebagai “menggembirakan”. Namun ia ...

14 January 2026 09:57
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
BIAS23.com NM23 Ai