• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

5 February 2026 06:45  |

Lisa Cook: Kredibilitas Inflasi The Fed

Gubernur Federal Reserve Lisa Cook menegaskan bank sentral harus menjaga kredibilitasnya dengan memastikan inflasi kembali ke target 2% dalam waktu dekat. Dalam pidato yang disiapkan untuk acara di Miami pada Rabu, Cook mengatakan fokus utamanya masih pada inflasi sampai ada bukti yang lebih kuat bahwa laju kenaikan harga benar-benar turun secara berkelanjutan—selama tidak ada kejutan besar di pasar tenaga kerja.

Pernyataan itu datang setelah The Fed pekan lalu menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%, usai melakukan tiga kali pemangkasan beruntun di akhir 2025. Dengan menahan suku bunga, para pejabat memberi sinyal bahwa ekonomi dan pasar kerja masih cukup kuat, sehingga belum ada kebutuhan “mendesak” untuk melanjutkan pemotongan dalam waktu dekat.

Cook juga menyoroti bahwa arah risiko kini condong ke inflasi yang lebih tinggi. Ia sejalan dengan beberapa pejabat Fed lain yang mulai terdengar lebih waspada, mengingat inflasi sudah bertahan di atas target 2% selama beberapa tahun. Menurut Cook, setelah hampir lima tahun inflasi melampaui target, upaya mengembalikan inflasi ke jalur disinflasi bukan sekadar agenda—melainkan fondasi kepercayaan publik terhadap kebijakan moneter.

Isu ini makin sensitif karena berdekatan dengan dinamika politik: Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana menominasikan Kevin Warsh sebagai calon ketua The Fed berikutnya. Trump sejak lama mendorong pemangkasan suku bunga yang agresif, sehingga sebagian pelaku pasar khawatir kepemimpinan berikutnya bisa mengubah prioritas The Fed dari “fight inflation” menjadi “dorong pertumbuhan” lebih cepat.

Warsh sendiri berpendapat The Fed punya ruang untuk menurunkan suku bunga, dengan alasan peningkatan produktivitas—termasuk dari teknologi—dapat mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa memicu inflasi. Namun, Cook menekankan bahwa tanpa kepastian inflasi benar-benar terkendali, pelonggaran terlalu cepat justru bisa mengorbankan kredibilitas The Fed yang sudah susah dibangun.

Dari sisi pasar tenaga kerja, Cook menilai kurangnya dinamisme bisa membuat kondisi pekerjaan rentan terhadap guncangan ke bawah. Meski begitu, ia menggambarkan pasar kerja saat ini masih “kurang lebih seimbang”. Tingkat pengangguran yang sedikit turun pada Desember juga disebut mulai menunjukkan tanda stabilisasi.

Menutup pernyataannya, Cook mengakui ketidakpastian prospek ekonomi masih tinggi. Tetapi ia percaya pasar tenaga kerja tetap akan mendapat dukungan dari dampak tiga kali pemangkasan suku bunga tahun lalu—meski arah kebijakan selanjutnya akan tetap sangat bergantung pada data inflasi dan ketahanan ekonomi ke depan.(alg)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Barkin: Inflasi “Menggembirakan”, Tapi Fed Belum Mau Bur...

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menilai data inflasi AS bulan Desember sebagai “menggembirakan”. Namun ia ...

14 January 2026 09:57
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
BIAS23.com NM23 Ai