Miran Resign, Ketegangan Politik–The Fed Kian Tajam
Gubernur Federal Reserve Stephen Miran resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Council of Economic Advisers (CEA) Gedung Putih pada Selasa. Langkah ini diambil untuk menepati janji yang ia sampaikan ke Senat: kalau masa tugasnya di The Fed ternyata lebih lama dari rencana awal, ia akan benar-benar melepas jabatan di CEA.
Sebelumnya, Miran sempat berada dalam posisi “dua kaki”: ia cuti tanpa gaji dari CEA sejak ditunjuk Trump untuk mengisi kursi kosong di Dewan Gubernur Fed. Pengaturan ini memicu kritik keras dari Senator Demokrat yang menilai kondisi tersebut berpotensi mengganggu independensi bank sentral—bahkan ada yang menudingnya bisa membuat Miran terlihat seperti “kepanjangan tangan” presiden.
Dalam surat pengunduran diri yang dikutip Reuters, Miran menyebut awalnya ia mendapat nasihat hukum bahwa ia tidak wajib mundur karena penugasan di Fed hanya beberapa bulan. Tapi karena ia tetap berada di Dewan setelah Januari, ia memilih menepati komitmennya ke Senat dan mundur resmi dari CEA.
Momentum ini datang di tengah pergantian besar di pucuk The Fed. Trump sudah mengumumkan rencana menominasikan Kevin Warsh sebagai ketua The Fed berikutnya untuk menggantikan Jerome Powell (masa jabatan chair Powell berakhir pertengahan Mei). Warsh juga diproyeksikan mengisi kursi dewan yang saat ini ditempati Miran—namun undang-undang mengizinkan Miran tetap menjabat sampai pengganti dikonfirmasi Senat.
Di dalam Fed, Miran dikenal konsisten mendorong pemangkasan suku bunga yang agresif sejak bergabung pada September, selaras dengan keinginan Trump agar suku bunga cepat turun. Ini bikin pasar makin sensitif karena isu “arah kebijakan The Fed” sekarang bukan cuma soal data ekonomi—tapi juga soal dinamika politik di Washington.
Di sisi lain, proses konfirmasi Warsh juga berpotensi alot karena latar belakang investigasi DOJ terhadap Powell (yang disebut Powell sebagai bagian dari upaya menekan independensi Fed) dan kasus terpisah yang menimpa Gubernur Fed Lisa Cook. Mayoritas Komite Perbankan Senat—semua Demokrat plus setidaknya satu Republik—bahkan disebut menolak melanjutkan proses Warsh selama investigasi terhadap Powell masih berjalan. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id