RBA Diperkirakan Naikkan Suku Bunga, Inflasi Memanas
Reserve Bank of Australia (RBA) secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan (cash rate/OCR) ke 3,85% dari 3,60% setelah menutup rapat kebijakan moneter pertamanya di 2026.
Keputusan ini dijadwalkan diumumkan Selasa, 3 Februari 2026 pukul 03:30 GMT (≈ 10:30 WIB), bersamaan dengan rilis pernyataan kebijakan dan proyeksi ekonomi kuartalan. Setelah itu, Gubernur RBA Michele Bullock akan menggelar konferensi pers sekitar 04:30 GMT (≈ 11:30 WIB).
RBA “Melawan Arus” Pelonggaran Global
Jika benar naik, RBA akan “mematahkan tren global” yang cenderung melonggarkan kebijakan, karena tekanan inflasi di Australia kembali menguat. Dalam konferensi pers Desember, Bullock menegaskan dewan akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk menurunkan inflasi—dan jika data menunjukkan inflasi tidak melambat, itu akan jadi pertimbangan utama di rapat Februari.
Inflasi Terbukti Lebih Panas
Data Australian Bureau of Statistics (ABS) menunjukkan CPI tahunan Desember 2025 melonjak ke 3,8% dari 3,4% pada November—lebih tinggi dari perkiraan.
Ukuran inflasi inti yang paling dipantau RBA, trimmed mean CPI, naik 0,9% q/q di kuartal IV—di atas ekspektasi pasar 0,8%.
Sejalan dengan itu, pasar uang mengerek peluang kenaikan suku bunga—sejumlah laporan menyebut kisaran ~73% (bahkan ada yang menilai ~75%).
Bank-Bank Besar Ikut Ubah Proyeksi
Empat bank besar Australia—ANZ, Westpac, Commonwealth Bank of Australia, dan National Australia Bank—dilaporkan menggeser prediksi mereka ke kenaikan 25 bps pada Februari.
Faktor Tenaga Kerja Ikut Dorong Ekspektasi
Dari sisi tenaga kerja, tingkat pengangguran turun tak terduga ke 4,1% (terendah sejak Mei), sementara penyerapan tenaga kerja melonjak tajam pada Desember. Kombinasi inflasi yang “panas” dan pasar tenaga kerja yang masih ketat membuat skenario kenaikan suku bunga makin masuk akal di mata pasar.
AUD Berpotensi “Goyang”
Dolar Australia (AUD) diperkirakan bergerak agresif setelah pengumuman—bukan cuma pada keputusan suku bunga, tapi juga pada nada konferensi pers dan proyeksi ekonomi terbaru RBA.(yds)
Sumber: FXstreet.com