• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

31 January 2026 00:44  |

The Fed Terlalu Ketat? Waller: “Ini Nahan Ekonomi”

Christopher Waller, anggota Dewan Gubernur The Fed, buka suara: ia mendukung pemangkasan suku bunga 25 bps pada pertemuan minggu ini karena menurutnya kebijakan moneter saat ini masih terlalu ketat dan menahan aktivitas ekonomi. Pernyataan itu dirilis Jumat (30/1), dan langsung jadi sinyal penting: di dalam The Fed sendiri, ada dorongan agar arah kebijakan lebih cepat mendekati “normal”.

Waller mengakui pertumbuhan ekonomi terlihat solid, tapi ia menilai ada “retak” serius di pasar tenaga kerja. Versi Waller jelas: job market masih lemah dan “nggak kelihatan sehat”. Bahkan kalau sebagian masalah datang dari sisi penawaran tenaga kerja, ia menilai inti persoalannya ada di permintaan yang melemah—indikasi bahwa ekonomi bisa kehilangan tenaga bila suku bunga terlalu lama dipertahankan tinggi.

Soal inflasi, Waller menyorot satu faktor yang lagi ramai: tarif. Ia mengakui inflasi bisa naik karena dampak tarif, tapi ia menilai kebijakan moneter sebaiknya tidak bereaksi berlebihan terhadap kenaikan yang sifatnya “sementara” atau berasal dari kebijakan perdagangan—selama ekspektasi inflasi tetap terkendali. Dalam pandangannya, inflasi (di luar tarif) sebenarnya sudah mendekati target 2% dan bergerak di jalur yang benar.

Waller juga mengeluarkan peringatan keras soal data ketenagakerjaan. Ia memperkirakan angka pekerjaan yang lemah tahun lalu berpotensi direvisi lebih rendah, sehingga gambaran tahun 2025 bisa terlihat seperti hampir tidak ada pertumbuhan payroll. Ia bahkan menyebut sudah terdengar rencana PHK untuk 2026, disertai keraguan besar terhadap prospek pertumbuhan lapangan kerja—dan risiko penurunan yang “cukup signifikan”.

Kesimpulannya: Waller ingin kebijakan bergerak lebih dekat ke level netral, yang ia perkirakan sekitar 3%, dibanding kisaran suku bunga saat ini 3,50%–3,75%. Pesannya tegas—kalau The Fed terlalu lama “ngegas rem”, risiko ekonomi melambat tajam dan pasar kerja makin rapuh bisa jadi lebih besar daripada manfaat menahan suku bunga tinggi. (Arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Barkin: Inflasi “Menggembirakan”, Tapi Fed Belum Mau Bur...

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menilai data inflasi AS bulan Desember sebagai “menggembirakan”. Namun ia ...

14 January 2026 09:57
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
BIAS23.com NM23 Ai