• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

11 December 2025 10:15  |

Fed Optimis 2026 Cerah, Tapi Nggak Mau Ikut Maunya Trump?

Bank Sentral AS (The Fed) mungkin tidak akan memberi semua pemangkasan suku bunga yang diinginkan Presiden Donald Trump, tapi proyeksi ekonomi terbaru mereka justru cukup “menyenangkan” buat Gedung Putih. Dalam proyeksi yang dirilis Rabu, The Fed melihat ekonomi AS di 2026 akan berjalan dengan pertumbuhan lebih cepat, inflasi lebih rendah, dan pengangguran tetap stabil menjelang pemilu sela (midterm) 2026. Artinya, secara garis besar, mereka percaya ekonomi AS bisa mendarat mulus, bukan jatuh ke resesi keras.

Jerome Powell menegaskan bahwa setelah pemangkasan suku bunga yang ketiga kalinya berturut-turut, The Fed mungkin berhenti dulu dan menunggu data berikutnya. Menurut dia, ekonomi AS diperkirakan bisa keluar dari masa gejolak akibat tarif dan isu imigrasi, lalu masuk ke fase produktivitas yang lebih kuat, konsumsi rumah tangga yang tetap jalan, dan inflasi yang perlahan turun seiring efek kenaikan harga karena tarif mulai memudar. Powell terang-terangan bilang ia ingin menyerahkan “tongkat estafet” kepada ketua The Fed berikutnya dengan kondisi ekonomi yang “benar-benar sehat”.

Proyeksi The Fed memberi gambaran bahwa siapa pun pengganti Powell nanti—Trump diperkirakan akan menunjuk ketua baru ketika masa jabatan Powell habis pada Mei—kemungkinan akan mewarisi ekonomi yang cukup solid, tapi dengan ruang pemangkasan suku bunga yang tidak selebar yang diinginkan Trump. Dalam proyeksi terbaru, inflasi diperkirakan turun dari 2,9% di akhir tahun ini menjadi sekitar 2,4% di akhir 2026, sementara pertumbuhan ekonomi diproyeksikan naik dari 1,7% menjadi sekitar 2,3%, terbantu oleh pemulihan setelah penutupan pemerintahan (government shutdown) tahun ini. Tingkat pengangguran yang sekarang di sekitar 4,4% diperkirakan hanya naik sedikit lalu kembali ke 4,4% di akhir 2026.

Di balik angka-angka itu, The Fed menilai produktivitas akan menjadi mesin penting, terutama dengan adopsi teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan (AI). Peningkatan produktivitas ini sebelumnya juga dijadikan alasan oleh pejabat Gedung Putih, seperti penasihat ekonomi Kevin Hassett—yang disebut sebagai kandidat kuat pengganti Powell—untuk mendorong pemangkasan suku bunga. Namun, meski ketua baru nanti bisa datang dengan agenda lebih dovish, para pembuat kebijakan di The Fed belum tentu sepakat bahwa suku bunga perlu dipotong tajam seperti yang diinginkan Trump.

Secara internal, pandangan di dalam The Fed sendiri terbelah. Proyeksi menunjukkan hampir sepertiga pejabat tidak setuju dengan pemangkasan suku bunga yang diputuskan Rabu, sementara sepertiga lainnya justru ingin pemangkasan lebih banyak dari median proyeksi satu kali pemotongan tahun depan. Powell menjelaskan, perbedaan ini muncul karena sebagian lebih khawatir pada inflasi yang masih berisiko naik, sementara yang lain lebih takut pasar tenaga kerja akan melemah terlalu dalam. Namun secara umum, mereka mulai sedikit lebih tenang: risiko terhadap inflasi dan pengangguran menurut proyeksi terbaru tidak seburuk kekhawatiran beberapa bulan lalu, dan skenario “stagflasi lite” (inflasi tinggi + pengangguran tinggi) mulai memudar.

Di sisi politik, situasinya jauh lebih sensitif. Trump menjadikan isu inflasi dan biaya hidup sebagai senjata utama kampanye 2024, namun sejauh ini harga pangan masih naik 2,7% yoy, lebih tinggi dibanding saat ia kembali menjabat, dan harga rumah plus bunga KPR yang tinggi membuat banyak warga sulit membeli rumah. Meski skenario terburuk seperti ancaman “perdagangan global kolaps” atau “Natal batal” akibat tarif besar-besaran belum terbukti, Gedung Putih tetap mengawasi ketat langkah The Fed. Trump dan timnya menuduh The Fed bermain politik dengan memperlambat siklus pemangkasan suku bunga, sementara The Fed justru merasa kini mereka lebih yakin dengan proyeksi mereka dan siap menunggu data berikutnya sebelum mengambil langkah baru. Untuk sementara, pesan Powell jelas: ekonomi diarahkan ke soft landing, bukan ke pesta pemangkasan bunga versi Trump.(asd)

Source: Newsmaker.id

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
FISCAL & MONETARY

BOJ Pertahankan Suku Bunga, Pangkas Prospek Pertumbuhan PDB

Bank of Japan (BOJ) mempertahankan suku bunga jangka pendek utamanya tidak berubah pada 0,5% selama pertemuannya di bulan Mei...

1 May 2025 10:46
BIAS23.com NM23 Ai