Shutdown Memanas: Dana Diblokir, Pegawai Terancam
Pemerintahan Trump mempertegas langkah saat shutdown federal dengan menyalahkan Demokrat atas potensi PHK pegawai dan menahan pendanaan proyek infrastruktur di negara bagian “biru”. Pendanaan pemerintah habis dan Kongres buntu soal perpanjangan belanja, sementara kedua kubu saling menyalahkan. RUU jembatan pendanaan dari Partai Republik maupun Demokrat sama-sama kandas, dan Kongres diliburkan pada Kamis untuk peringatan Yom Kippur—membuat kebuntuan makin berlarut.
Dari Gedung Putih, Wakil Presiden JD Vance mengatakan pemerintah “harus memberhentikan sebagian orang” jika shutdown berkepanjangan demi memprioritaskan layanan esensial—meski ukuran birokrasi federal tidak terkait kondisi kas negara saat izin belanja kedaluwarsa. Direktur Anggaran Russell Vought memberi sinyal PHK baru dalam beberapa hari, dan memperingatkan program pangan WIC berpotensi kehabisan dana pekan depan. Di saat yang sama, Gedung Putih menandai shutdown ini sebagai peluang merombak birokrasi dan memusatkan kewenangan eksekutif, termasuk lewat praktik “impoundment” yang sebelumnya telah memicu sengketa hukum.
Tekanan politis juga tampak pada kebijakan sektoral. Pemerintah menahan sekitar $18 miliar dana federal untuk proyek Second Avenue Subway di New York dan Hudson Tunnel ke New Jersey dengan alasan peninjauan, serta mencabut $8 miliar proyek energi hijau di negara bagian dengan senator Demokrat. Beberapa situs lembaga pemerintah memuat pesan partisan yang menyalahkan Demokrat, memicu kekhawatiran pelanggaran Hatch Act. Di lapangan, kebingungan meluas: ada mantan pegawai Kemenlu yang salah kirim surat furlough, sementara staf FAA mengaku belum jelas statusnya selain instruksi “penutupan teratur”.
Meski banyak fungsi publik berhenti, layanan vital—keamanan nasional, militer, penegakan hukum—tetap berjalan, walau sebagian pegawainya tanpa gaji sementara. IRS tetap dibuka dengan dana dari Inflation Reduction Act 2022. Program manfaat besar seperti Social Security, Medicare, Medicaid serta layanan pos USPS tetap beroperasi. Namun banyak unit Departemen Tenaga Kerja termasuk BLS ditutup; taman nasional membuka area terbuka saja, museum dan fasilitas indoor ditutup, Kebun Binatang Nasional menutup akses pengunjung meski hewan tetap dirawat. Penelitian federal dan sebagian kegiatan NIH/CDC/EPA ikut terhenti.
Ada tanda tipis upaya meretas jalan tengah: sekitar 20 senator lintas partai berdiskusi informal mengeksplor opsi mengakhiri kebuntuan—termasuk kompromi soal subsidi ACA—namun krisis kepercayaan antara Senat dan DPR masih tinggi. Sementara itu, Washington DC menghidupkan kampanye “DC is Open” untuk menahan pukulan ke ekonomi lokal. Ini adalah shutdown pertama sejak Januari 2019 dan yang keempat di dua masa jabatan Trump, dengan Gedung Putih memberi sinyal akan memanfaatkan penutupan untuk mendorong perubahan struktural besar di pemerintahan federal.
Poin Intinya:
Pendanaan habis, RUU jembatan dari kedua kubu gagal, kebuntuan berlanjut.
Gedung Putih ancam PHK dan menahan $18 miliar proyek rel/terowongan; $8 miliar proyek hijau dibatalkan.
Sejumlah situs lembaga memuat pesan partisan, picu kekhawatiran Hatch Act.
Layanan esensial tetap jalan (sering tanpa gaji sementara); banyak fungsi non-esensial ditutup.
IRS tetap buka (didanai IRA 2022); Social Security/Medicare/Medicaid/USPS tetap beroperasi
Taman nasional buka area terbuka; museum/gedung tertutup ditutup; riset federal banyak terhenti.
Ada pembicaraan lintas partai tapi kepercayaan rendah; DC dorong kampanye “DC is Open.”
Shutdown kali ini dipakai administrasi untuk mendorong konsolidasi kewenangan eksekutif.
Sumber: Bloomberg.com