Tarif Chip Trump Bisa Picu Inflasi Baru, Pasar Bersiap-Siap
Pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan rencana tarif baru yang cukup unik bukan berdasarkan nilai total barang, tapi berdasarkan seberapa banyak chip yang ada di dalamnya. Artinya, makin tinggi kandungan semikonduktor dalam suatu produk, makin besar tarif impornya. Target utamanya: produk elektronik asing yang membanjiri pasar AS.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi besar untuk mendorong produksi dalam negeri, khususnya di sektor semikonduktor yang dinilai sangat krusial bagi keamanan nasional dan ekonomi. “Amerika tidak bisa terus bergantung pada impor chip dari luar negeri,” kata juru bicara Gedung Putih, Kush Desai. Strategi Trump juga mencakup potongan pajak, pelonggaran regulasi, dan kebijakan energi yang pro-industri lokal.
Namun kebijakan ini bisa berdampak luas. Barang-barang elektronik konsumen seperti smartphone, laptop, hingga perangkat rumah tangga pintar bisa ikut terdampak dan ini berpotensi menambah tekanan inflasi di AS. Pasalnya, jika biaya impor naik, harga jual juga kemungkinan akan ikut terkerek.
Trump menjanjikan bahwa perusahaan yang memproduksi di dalam negeri akan mendapat pengecualian. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan soal daftar produk, negara mana saja yang bakal kena, atau seberapa besar tarif pastinya. Setelah sebelumnya menerapkan tarif 100% untuk obat bermerek dan 25% untuk truk berat, pasar kini menunggu seberapa jauh Trump akan melangkah dengan rencana tarif chip ini. (ads)
Sumber: Newsmaker.id