Perundingan AS-Korea Masih Belum Tuntas Terkait Tarif Otomotif dan Visa
Korea Selatan masih berunding dengan AS mengenai sejumlah isu kontroversial, termasuk pembatasan visa dan tarif otomotif, ujar negosiator perdagangan terkemuka negara Asia tersebut, yang menggarisbawahi taruhan ekonomi saat Seoul berupaya meredakan ketegangan dengan Washington.
Menteri Perdagangan Yeo Han-koo kembali dari Washington setelah bertemu dengan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer dan anggota kunci Kongres untuk mendesak kemajuan dalam perundingan, ujarnya kepada wartawan saat tiba di Incheon pada hari Jumat.
Yeo mengatakan ia mendesak penyelesaian segera masalah visa yang dihadapi pekerja Korea di AS, setelah lebih dari 300 karyawan ditahan awal bulan ini di sebuah pabrik baterai yang sedang dibangun di Georgia. Para karyawan tersebut dibebaskan dan dipulangkan minggu lalu, tetapi operasi imigrasi ini telah membuat hubungan kedua negara tegang dan menimbulkan keraguan atas masa depan janji investasi besar yang dibuat Korea Selatan berdasarkan perjanjian perdagangan baru yang dicapai pada bulan Juli.
Perjanjian luas tersebut menetapkan tarif 15% untuk barang-barang Korea, yang ditegaskan kembali oleh para pemimpin mereka pada pertemuan puncak Gedung Putih bulan lalu. Namun, menyelesaikan kesepakatan itu sulit, dengan kedua belah pihak terpecah belah mengenai cara menyusun dan mengimplementasikan paket investasi senilai $350 miliar, yang merupakan inti dari kesepakatan tersebut.
Ia menolak memberikan rincian, dengan mengutip sensitivitas pembicaraan, tetapi menekankan bahwa kedua belah pihak mengakui beratnya masalah ini.
Ketidakpastian atas tarif otomotif juga masih ada karena Presiden Donald Trump belum menandatangani perintah eksekutif yang menurunkan tarif menjadi 15%. Sementara itu, AS dan Jepang telah menyelesaikan kesepakatan perdagangan mereka, yang menjadi dasar pakta Korea Selatan, yang menghasilkan penurunan tarif pada mobil Jepang dan
Yeo mengatakan Seoul mengakui keseriusan masalah ini dan melakukan "upaya maksimal" untuk menemukan solusi, menekankan kepada rekan-rekan AS bahwa situasi Korea berbeda dari Jepang dengan data dan analisis pendukung. Upaya penjangkauan akan terus berlanjut dengan para anggota parlemen dan pengambil keputusan lainnya di Washington, tambahnya.
“Ini adalah masalah yang berkaitan langsung dengan kepentingan nasional,” kata Yeo kepada para wartawan, seraya menambahkan bahwa pengungkapan detail perundingan dapat melemahkan upaya Seoul. “Kami melakukan yang terbaik dengan mengutamakan kepentingan nasional.” (Arl)
Sumber: Bloomberg.com