Trump Isyaratkan “Kabar Baik” Soal Perang Ukraina-Rusia
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina mungkin sudah semakin dekat, saat konferensi pers bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Kamis (18/9). “Situasi Rusia, saya berharap akan ada kabar baik untuk Anda dalam waktu dekat,” ujar Trump di Chequers, kediaman akhir pekan perdana menteri di Aylesbury, Inggris.
“Jutaan orang telah tewas dalam perang itu, jutaan jiwa… Mereka sedang dibunuh, dan saya merasa berkewajiban untuk menyelesaikannya karena alasan itu,” kata Trump. Presiden AS tersebut berbicara berdampingan dengan Starmer di penghujung kunjungan kenegaraan tiga hari ke Inggris yang dipuji sebagai sukses besar oleh kedua pihak.
Namun, terkait Rusia dan Presidennya, Vladimir Putin-komentar para pemimpin terdengar kurang hangat. “Dia mengecewakan saya. Dia benar-benar mengecewakan saya,” ujar Trump terkait Putin. Perang Rusia di Ukraina telah berlangsung tanpa henti selama lebih dari tiga tahun, dan sejauh ini presiden AS belum berhasil mengakhirinya—meskipun telah beberapa kali mencoba bernegosiasi.
Selama kampanye presidennya pada 2024, Trump sempat mengklaim dapat mengakhiri konflik itu “dalam satu hari.” Namun pada Kamis ia mengakui terkejut dengan betapa sulitnya menyelesaikan perang antara Rusia dan Ukraina. “Saya sangat bangga mengatakan kepada Anda bahwa kami telah menyelesaikan tujuh perang, tujuh perang—perang yang tak terpecahkan, yang tak bisa dinegosiasikan atau diselesaikan,” ujarnya. “Yang saya kira akan paling mudah adalah (perang ini) karena hubungan saya dengan Presiden Putin, tetapi dia mengecewakan saya.” USA Today memeriksa klaim tersebut dan menemukan lima gencatan senjata atau perjanjian damai, meski laporan itu mencatat tidak semua pihak memberi kredit kepada Gedung Putih atas tercapainya resolusi tersebut.(yds)
Sumber: CNBC.com