Karpet Merah Inggris, Menggoda untuk Deal!
Kunjungan kenegaraan Presiden AS Donald Trump ke Inggris dimulai di Kastel Windsor dengan kemeriahan kerajaan: penyambutan oleh Raja Charles dan keluarga kerajaan, prosesi kereta, flypast militer, hingga jamuan makan malam kenegaraan. Agenda seremonial ini dirancang untuk menghangatkan hubungan jelang rangkaian pertemuan dagang dan keamanan.
Di hari berikutnya, Trump dijadwalkan bertemu PM Keir Starmer. Fokusnya: kerja sama dagang, energi nuklir sipil, teknologi, serta koordinasi soal Ukraina—namun terobosan besar belum diharapkan dalam waktu dekat.
Di luar istana, suasana tak sepenuhnya mulus. Polisi menangkap empat orang setelah gambar Trump dan Jeffrey Epstein diproyeksikan ke salah satu menara Kastel Windsor, sementara aksi protes terpisah juga direncanakan di pusat London.
Meski begitu, paket kerja sama teknologi jadi sorotan: Inggris–AS meneken “tech prosperity deal” senilai sekitar £31 miliar (±$42 miliar) untuk AI, komputasi kuantum, dan infrastruktur energi—dibarengi janji belanja puluhan miliar dolar dari raksasa AS seperti Microsoft dan mitra AI.
Di sisi korporasi, GSK berkomitmen investasi $30 miliar di AS lima tahun ke depan—sejalan dengan upaya mempererat ikatan ekonomi lintas-Atlantik. Namun, kabar kurang manis bagi industri baja Inggris: pembicaraan untuk memangkas tarif baja ke 0% dilaporkan disetop sementara, sehingga isu ini berpotensi tetap menggantung selama kunjungan.(ayu)
Sumber: Bloomberg.com