BRICS Summit 2025 di Brazil : Strategi Baru & Tantangan Global
Pada tanggal 6–7 Juli 2025, BRICS menggelar pertemuan puncak ke-17 di Rio de Janeiro, Brasil. Dipimpin oleh Presiden Lula da Silva, pertemuan ini dihadiri kepala negara dan pemerintahan dari 11 anggota penuh, termasuk anggota lama Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan plus pendatang baru seperti Indonesia, Uni Emirat Arab, Iran, Mesir, dan Ethiopia
Pertemuan BRICS Akan membahas
1. Peluncuran Dana Garansi Investasi BRICS
BRICS berencana memperkenalkan BRICS Multilateral Guarantee Fund (BMG) melalui New Development Bank. Bertujuan untuk memobilisasi investasi swasta dengan menyediakan jaminan, fund ini diproyeksikan dapat melipatgandakan setiap USD 1 jaminan menjadi USD 5–10 dalam bentuk investasi infrastruktur dan proyek energi bersih pada 2026
2. Perdagangan Mata Uang Lokal & Reformasi Keuangan
Para diplomat memperkuat komitmen untuk meningkatkan penggunaan mata uang domestik dalam transaksi intra-BRICS, sebagai bagian dari strategi de-dolarisasi dan Rencana mata uang tunggal masih dikaji secara awal, tanpa kesepakatan konkret .
3. Agenda Global South & Reformasi Tata Kelola Dunia
Summit mengambil tema "Inclusive and Sustainable Global South", dengan fokus pada penguatan kerjasama Selatan Global, penghapusan kemiskinan, dan reformasi sistem tata kelola global (WTO, PBB)
4. Ketegangan Geopolitik sebagai Bayangan
Isu konflik Iran–Israel, ketidakstabilan global, dan ekspansi BRICS+ menimbulkan tantangan diplomatik. Brasil harus menyeimbangkan suara anggota baru agar agenda Summit tidak terdistraksi konflik internasional
Beberapa Kepala Negara atau perwakilannya akan hadir dalam pertemuan BRICS di Brazil antara lain
Xí Qiang (China) hadir, menggantikan Presiden Xi yang memilih tidak hadir
PM Modi hadir langsung untuk membahas isu keamanan dan kepentingan India di Selatan Global yang akan menekankan aksi antiterorisme dan kepentingan negara berkembang .
Sementara Menteri Luar Negeri Rusia,Sergey Lavrov hadir sebagai wakil Rusia
Summit ini menjadi momen kunci bagi BRICS di bawah kepemimpinan Brasil untuk memperkuat sinergi ekonomi, keuangan, dan geopolitik. Peluncuran BMG dan strategi de-dolarisasi jadi tanda nyata tujuan jangka panjang, sementara tantangan konflik global menjadi ujian kemampuan diplomatik blok.
Sumber: CP/Newsmaker.id