Game of Tariffs Dimulai! Trump Akan Umumkan Tarif Baru ke Dunia
Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintahannya akan mulai mengirim surat kepada mitra dagang mulai Jumat (4/7), untuk memberitahu tarif baru yang akan berlaku mulai 1 Agustus. Surat tersebut menjadi bagian dari batas waktu negosiasi yang telah ditetapkan hingga 9 Juli. Trump menyebut akan ada sekitar 10–12 surat yang dikirim di hari pertama, dan sisanya menyusul beberapa hari ke depan.
Tarif baru yang direncanakan akan dikenakan bervariasi dari 10% hingga 70%, tergantung pada negara dan barang yang terlibat. Meski tidak merinci negara mana yang akan terdampak, Trump menegaskan bahwa negara-negara tersebut akan mulai “membayar” pada 1 Agustus. Sebelumnya, tarif hanya dikenakan sebesar 10% selama masa negosiasi 90 hari sejak awal April.
Negara-negara seperti Indonesia, Korea Selatan, Uni Eropa, dan Swiss kini berada dalam tahap akhir pembicaraan dengan AS. Trump diketahui lebih menyukai pendekatan langsung melalui pengumuman tarif, ketimbang proses negosiasi panjang yang kompleks. Dalam beberapa kasus, seperti Vietnam dan Inggris, kesepakatan sudah dicapai, termasuk penerapan tarif 20–40% pada ekspor Vietnam.
Pernyataan Trump ini langsung berdampak pada pasar. Saham Asia dan Eropa melemah, sementara dolar AS juga ikut tertekan. Di sisi lain, pasar AS sedang tutup karena libur Hari Kemerdekaan. Efek tarif ini dikhawatirkan akan menambah beban inflasi di AS, sehingga membuat Federal Reserve (The Fed) lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga.
Jika semua tarif baru diberlakukan pada 9 Juli, bea masuk rata-rata barang impor AS bisa melonjak dari 3% menjadi 20%. Lonjakan ini berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mendorong inflasi. Bloomberg Economics mencatat hal ini dapat menambah tekanan bagi konsumen dan pelaku usaha, karena biaya tarif sering kali diteruskan ke pembeli akhir.
Sumber: (ayu-newsmaker)