Trump Tembak China Lewat Vietnam: Tarif 40% Siap Dikenakan!
Presiden Donald Trump baru saja mengumumkan kesepakatan dagang dua tingkat dengan Vietnam yang secara terang-terangan menyasar celah yang kerap dimanfaatkan China untuk menghindari tarif Amerika. Kesepakatan ini mengenakan tarif 20% untuk ekspor resmi Vietnam, dan pungutan 40% untuk barang-barang yang dianggap sekadar 'transit' atau dicuci asalnya dari China melalui Vietnam. Langkah ini dilakukan di tengah semakin dekatnya tenggat waktu 9 Juli, batas akhir bagi negara-negara mitra untuk menyelesaikan kesepakatan dagang dengan AS.
Apa alasan di balik tarif ini? Sejak perang dagang dimulai pada 2018, banyak perusahaan China memindahkan pabriknya ke Asia Tenggara, termasuk Vietnam. Barang-barang seperti AirPods, smartphone, dan elektronik lainnya kini dirakit di Vietnam, tapi menggunakan komponen dari China. Meskipun secara hukum itu bukan pelanggaran, pemerintahan Trump ingin membatasi praktik ini dengan aturan asal yang lebih ketat. Namun, hingga kini, mekanisme penilaian “Buatan Vietnam” masih belum dijelaskan secara detail.
Menurut para ekonom, dampaknya bisa cukup signifikan tergantung pada bagaimana tarif tersebut akan diterapkan. Roland Rajah, ekonom dari Lowy Institute Australia, menyatakan bahwa jika pendekatannya terlalu kasar, tarif ini bisa merugikan Vietnam, China, dan bahkan konsumen AS sendiri karena harus membayar harga impor yang lebih mahal. Di sisi lain, Pham Luu Hung dari SSI Securities di Vietnam menilai bahwa barang transit bukan kontributor utama ekonomi Vietnam, sehingga dampaknya bisa terbatas.
Bagaimana kelanjutannya? Aturan asal produk masih dalam tahap negosiasi antara AS dan Vietnam. Hung menekankan bahwa aturan ini justru bisa berdampak lebih besar daripada tarif itu sendiri, karena akan menentukan apakah barang tertentu terkena beban 20% atau 40%. Dengan ketidakpastian ini, pelaku pasar masih menunggu bagaimana penerapan konkritnya dalam beberapa minggu ke depan, khususnya menjelang batas waktu perdagangan 9 Juli.
Sumber: (ayu-newsmaker)