Trump Geram Soal Perdagangan AS-Jepang, Bessent Ingatkan Tarif Bisa Naik Tajam
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik tajam terhadap proses negosiasi perdagangan antara AS dan Jepang, khususnya terkait impor beras. Melalui unggahan di media sosialnya, Trump menuduh Jepang bersikap tidak adil karena menolak impor beras AS meski sedang mengalami kekurangan pasokan domestik. Pernyataan ini muncul menjelang tenggat 9 Juli, saat tarif sementara sebesar 10% dijadwalkan berakhir dan berpotensi kembali ke tarif sebelumnya yang diumumkan Trump pada 2 April, yakni antara 11% hingga 50%.
Di sisi lain, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan bahwa sejumlah negara akan segera menerima pemberitahuan resmi tentang kenaikan tarif jika tidak segera mencapai kesepakatan dagang dengan AS.
Meski beberapa negara, termasuk Jepang dan Uni Eropa, tengah melakukan negosiasi dengan niat baik, Bessent menegaskan bahwa keputusan akhir untuk perpanjangan tenggat hanya ada di tangan Trump. Ia juga memprediksi akan terjadi "gelombang kesepakatan" sebelum batas waktu 9 Juli dan menyatakan tekanan perlu terus dijaga terhadap mitra dagang AS.
Pihak Jepang, melalui negosiator utama Ryosei Akazawa, menyatakan tetap berkomitmen untuk melanjutkan pembicaraan dengan AS sambil menjaga kepentingan nasional. Akazawa mengakui bahwa pernyataan Trump soal tarif mobil sangat mengkhawatirkan, karena tarif 25% yang dikenakan pada mobil Jepang bisa menimbulkan kerugian ekonomi besar.
Sementara itu, Uni Eropa dilaporkan lebih terbuka terhadap skema tarif 10% sebagai dasar negosiasi, tetapi meminta konsesi AS di sektor penting seperti farmasi, alkohol, semikonduktor, dan pesawat terbang. Inggris sendiri telah menerima tarif 10% untuk sejumlah barang, termasuk mobil, sebagai bagian dari kesepakatan yang memberikan akses istimewa bagi ekspor mesin pesawat dan daging sapi.
Sumber: Reuters