• Sat, Jan 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

18 June 2025 16:33  |

Gedung Putih: Trump Siap Perpanjang Batas Waktu Penjualan TikTok Lagi

Presiden AS Donald Trump akan memperpanjang batas waktu 19 Juni bagi ByteDance yang berbasis di Tiongkok untuk mendivestasikan aset aplikasi video pendek TikTok di AS selama 90 hari meskipun ada undang-undang yang mengamanatkan penjualan atau penutupan jika tidak ada kemajuan yang signifikan, kata Gedung Putih pada hari Selasa.

Trump telah dua kali memberikan penangguhan dari penegakan larangan yang diamanatkan kongres terhadap TikTok yang seharusnya mulai berlaku pada bulan Januari. "Presiden Trump akan menandatangani perintah eksekutif tambahan minggu ini untuk menjaga TikTok tetap aktif dan berjalan," kata sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada hari Selasa.

Itu akan memperpanjang batas waktu hingga pertengahan September.

"Presiden Trump tidak ingin TikTok ditutup," tambahnya, mengatakan bahwa pemerintahan akan menghabiskan tiga bulan ke depan untuk memastikan penjualan ditutup sehingga orang Amerika dapat terus menggunakan TikTok dengan jaminan bahwa data mereka aman dan terlindungi.

Trump mengatakan pada bulan Mei bahwa ia akan memperpanjang batas waktu 19 Juni setelah aplikasi tersebut membantunya menarik pemilih muda dalam pemilihan 2024. Sebelumnya pada hari Selasa, ia telah mengatakan kepada wartawan di Air Force One bahwa ia berharap untuk memperpanjang batas waktu lagi.

"Mungkin, ya," kata Trump ketika ditanya tentang perpanjangan batas waktu. "Mungkin harus mendapatkan persetujuan dari Tiongkok, tetapi saya pikir kami akan mendapatkannya. Saya pikir Presiden Xi pada akhirnya akan menyetujuinya."

Undang-undang tersebut mengharuskan TikTok untuk berhenti beroperasi paling lambat tanggal 19 Januari kecuali ByteDance telah menyelesaikan divestasi aset aplikasi tersebut di AS atau menunjukkan kemajuan signifikan menuju penjualan.

Trump memulai masa jabatan keduanya sebagai presiden pada tanggal 20 Januari dan memilih untuk tidak menegakkannya. Ia pertama kali memperpanjang batas waktu hingga awal April, dan kemudian bulan lalu hingga 19 Juni.

Pada bulan Maret, Trump mengatakan bahwa ia bersedia mengurangi tarif pada Tiongkok untuk mencapai kesepakatan dengan induk perusahaan TikTok di Tiongkok, ByteDance, untuk menjual aplikasi video pendek yang digunakan oleh 170 juta orang Amerika.

Kesepakatan telah berjalan pada musim semi ini yang akan memisahkan operasi TikTok di AS menjadi perusahaan baru yang berbasis di AS dan mayoritas dimiliki dan dioperasikan oleh investor AS, tetapi ditunda setelah Tiongkok mengindikasikan tidak akan menyetujuinya menyusul pengumuman Trump tentang tarif tinggi pada barang-barang Tiongkok.

Senator Demokrat berpendapat bahwa Trump tidak memiliki kewenangan hukum untuk memperpanjang batas waktu, dan menyatakan bahwa kesepakatan yang sedang dipertimbangkan tidak akan memenuhi persyaratan hukum. (Arl)

Sumber: Reuters

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com NM23 Ai