Kesepakatan Dagang AS-Tiongkok Sudah Selesai, Kata Trump
Kesepakatan dagang AS-Tiongkok "selesai," kata Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu (11/6), beberapa jam setelah negosiator dari Washington dan Beijing menyetujui kerangka kerja guna mengembalikan gencatan perang perdagangan yang rapuh ke jalur yang benar dan menghapus pembatasan ekspor Tiongkok atas mineral tanah jarang serta komponen industri penting lainnya.
Trump menggunakan platform media sosialnya memberikan beberapa detail pertama yang muncul dari pembicaraan selama dua hari yang diadakan di London yang, menurut kata-kata Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick, telah "memberikan dasar" pada kesepakatan yang dicapai bulan lalu di Jenewa untuk melonggarkan tarif balasan bilateral yang telah mencapai tingkat tiga digit yang memberi tekanan.
"Kesepakatan kita dengan Tiongkok telah selesai, tergantung pada persetujuan akhir dengan Presiden Xi dan saya," kata Trump di platform Truth Social. "Magnet, dan tanah jarang (rare earth) yang di utamakan, oleh Tiongkok. Demikian pula, kami akan memberikan apa yang telah disetujui kepada Tiongkok, termasuk AS memberi akses lebih luas bagi mahasiswa Tiongkok belajar di universitas AS (yang selalu baik bagi saya!).
Kami mendapatkan total tarif 55%, Tiongkok mendapatkan 10%." Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan 55% tersebut merupakan jumlah dari tarif "timbal balik" dasar 10% yang telah diberlakukan Trump pada barang-barang yang diimpor dari hampir semua mitra dagang AS; 20% pada semua impor Tiongkok karena tindakan hukuman yang diberlakukan Trump pada Tiongkok, Meksiko, dan Kanada yang terkait dengan tuduhannya bahwa ketiga negara tersebut memfasilitasi aliran fentanil opioid ke AS; dan terakhir pungutan 25% yang sudah ada sebelumnya pada impor dari Tiongkok yang diberlakukan selama masa jabatan pertama Trump di Gedung Putih.
Presiden AS kemudian memposting: "Presiden XI dan saya akan bekerja sama erat untuk membuka Tiongkok bagi Perdagangan Amerika. Ini akan menjadi KEMENANGAN besar bagi kedua negara!!!"
Hal-hal spesifik lainnya terkait bagaimana kesepakatan itu akan dilaksanakan masih belum jelas.
Kementerian perdagangan Tiongkok tidak segera membalas permintaan komentar dan informasi lebih lanjut.(yds)
Sumber: Reuters