• Sat, Jan 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

6 June 2025 03:54  |

AS dan China Akan Lanjutkan Pembicaraan Mengenai Tarif

Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping berbicara pada hari Kamis (5/6) dan sepakat bahwa para pejabat dari AS dan China akan segera bertemu untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut guna menyelesaikan perang dagang yang sedang berlangsung.

Trump mengatakan bahwa ia sudah melakukan pembicaraan telepon yang "sangat baik" dengan Xi Jinping selama sekitar 90 menit, yang "hampir seluruhnya" berfokus pada perdagangan.

Panggilan telepon tersebut "menghasilkan kesimpulan yang sangat positif bagi kedua Negara," tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.

Ia mengatakan bahwa Menteri Keuangan Scott Bessent, Menteri Perdagangan Howard Lutnick, dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer akan mewakili AS dalam pembicaraan perdagangan yang diperbarui tersebut.

Sementara para pejabat perdagangan dari kedua negara terakhir kali bertemu pada bulan Mei di Jenewa, di mana mereka sepakat untuk sementara menurunkan tarif pembalasan atas impor dari negara masing-masing.

Namun, pemerintahan Trump menuduh Beijing memperlambat janji yang dibuat di Jenewa untuk menyetujui ekspor mineral penting tambahan, yang dikenal sebagai tanah jarang, ke Amerika Serikat.

Kementerian Luar Negeri Beijing dan Kedutaan Besar China di AS mengatakan pada hari Kamis sebelumnya bahwa Trump telah meminta panggilan telepon dengan Xi. Trump dilaporkan sangat ingin berbicara dengan Xi, karena hubungan dagang yang sudah tegang antara kedua negara semakin memburuk dalam seminggu terakhir.

Pasca panggilan telepon hari Kamis, Trump menulis, "Tidak boleh ada lagi pertanyaan mengenai kompleksitas produk Tanah Jarang." Dia tidak menjelaskan apa maksudnya. Tiongkok telah menyatakan rasa frustrasi yang mendalam dengan keputusan baru-baru ini untuk memberlakukan pembatasan baru pada visa pelajar Tiongkok.

Sementara Tiongkok juga menuduh pemerintahan Trump merusak kemajuan perdagangan baru-baru ini dengan mengeluarkan peringatan industri agar tidak menggunakan semikonduktor Tiongkok. Pemerintahan Trump juga telah memberlakukan pembatasan ekspor tambahan pada chip.

Gedung Putih mengklaim tindakan tersebut diperlukan untuk melindungi keamanan nasional, tetapi Beijing menganggapnya sebagai hukuman.

Terkait hal itu saham naik turun pada hari Kamis pagi setelah berita panggilan telepon tersebut, yang pertama kali dilaporkan oleh media pemerintah Tiongkok.

Panggilan telepon tersebut "menghasilkan kesimpulan yang sangat positif bagi kedua Negara," tulis Trump. Ia juga mencatat bahwa ia dan Xi tidak membahas masalah apa pun yang terkait dengan Rusia, Ukraina, atau Iran.

Presiden AS tersebut menambahkan bahwa Xi mengundangnya dan ibu negara Melania Trump untuk mengunjungi Tiongkok, "dan saya pun membalasnya."

Kebuntuan antara kedua negara adikuasa ekonomi tersebut yang hubungan dagangnya mencapai hampir $600 miliar pada tahun 2024 membebani pemerintahan tarif Trump yang lebih luas, yang sudah berdampak nyata di dunia.(yds)

Sumber: CNBC

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com NM23 Ai