• Fri, Jul 24, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

24 July 2026 09:51  |

AS-Iran Memanas, Houthi Buka Front Baru di Laut Merah

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan meningkatkan serangan terhadap Iran setelah kelompok Houthi yang didukung Teheran ikut memperluas konflik di Laut Merah. Trump mengatakan AS akan meminta pertanggungjawaban Iran atas setiap serangan lanjutan terhadap kapal-kapal yang melintas di jalur pelayaran penting tersebut.

Dalam wawancara dengan Axios, Trump menyebut dirinya sedang mempertimbangkan “serangan besar-besaran” dan sudah hampir mengambil keputusan. Ia juga memperingatkan bahwa AS akan memberikan hukuman militer besar kepada Iran dan Houthi jika serangan dari Yaman terhadap kapal dagang kembali terjadi.

Ketegangan meningkat setelah Houthi mengklaim telah menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi. Serangan ini membuka front baru dalam konflik Timur Tengah dan langsung mengguncang pasar komoditas serta obligasi. Harga minyak Brent naik menembus US$100 per barel untuk pertama kalinya dalam hampir dua bulan.

Komando Pusat AS atau CENTCOM juga menyatakan telah melancarkan serangan untuk malam ke-13 berturut-turut. Serangan tersebut ditujukan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz, salah satu jalur energi paling penting di dunia.

Trump sebelumnya memperingatkan bahwa seluruh kerusakan terhadap kapal, kargo, atau aset terkait pelayaran akan dibayar menggunakan dana Iran yang dibekukan dan berada dalam kendali Amerika Serikat. Namun, belum ada penjelasan rinci mengenai bagaimana mekanisme pembayaran tersebut akan dilakukan.

Perang yang bermula setelah AS dan Israel menyerang Iran pada Februari kini memasuki fase eskalasi baru setelah gencatan senjata bulan lalu gagal bertahan. Iran juga memperingatkan akan menargetkan infrastruktur regional, termasuk fasilitas energi, jika Trump benar-benar menghancurkan jembatan atau pembangkit listrik Iran sebagai balasan atas serangan di Selat Hormuz.

Upaya mediasi juga belum menunjukkan hasil. Iran dilaporkan menolak proposal gencatan senjata dari Trump yang dibawa oleh Perdana Menteri Irak. Kedua pihak sama-sama belum menunjukkan tanda siap kembali ke meja perundingan, sementara serangan masih terus terjadi di beberapa titik kawasan.

Lalu lintas melalui Selat Hormuz, yang sebelum perang membawa sekitar seperlima pasokan energi global, kini melambat tajam. Keterlibatan Houthi juga mengancam jalur Bab el-Mandeb di Laut Merah, membuat sejumlah kapal mulai menghindari rute tersebut. Kondisi ini memperbesar risiko gangguan perdagangan energi dunia.

Dari sisi dampak market, eskalasi konflik AS-Iran dan keterlibatan Houthi dapat menjaga harga minyak tetap tinggi dalam jangka pendek. Jika gangguan di Hormuz dan Laut Merah berlanjut, Brent dan WTI berpotensi semakin volatil karena pasar memasukkan premi risiko pasokan. Kenaikan harga energi juga bisa menambah tekanan inflasi, menjaga yield obligasi tetap tinggi, menekan saham global, dan membuat dolar AS serta emas bergerak lebih sensitif terhadap sentimen geopolitik. (asd)*

Sumber: Newsmaker.id 

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai