• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

6 February 2026 22:41  |

Menlu Iran: Pembicaraan dengan AS “Awal yang Baik”, Fokusnya Hanya Nuklir

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut pertemuan pejabat Iran dan Amerika Serikat di Oman pada Jumat sebagai “awal yang baik”. Ia mengatakan pembicaraan itu secara eksklusif membahas isu nuklir, dan kedua pihak sepakat untuk melanjutkan negosiasi di waktu berikutnya.

Sebelum pertemuan dimulai, pihak AS sempat menyampaikan bahwa agenda seharusnya tidak hanya soal nuklir, tetapi juga mencakup rudal balistik Iran dan dukungan Iran terhadap kelompok bersenjata di kawasan Timur Tengah. Namun Araghchi menegaskan Iran tidak membahas isu lain di luar nuklir dengan AS.

Negosiasi ini dimediasi oleh pejabat Oman dan menjadi pertemuan pertama Iran–AS sejak konflik militer yang pecah pada Juni tahun lalu. Tujuannya adalah mencegah pecahnya konflik lanjutan yang berisiko menyeret kawasan ke perang yang lebih luas. Araghchi mengakui masih ada “ketidakpercayaan” yang harus diatasi, dan setelah itu barulah kerangka pembicaraan baru bisa ditetapkan. Ia menambahkan, waktu, lokasi, dan format pertemuan berikutnya akan diputuskan kemudian.

Media Iran melaporkan pembicaraan berlangsung dalam beberapa putaran, dengan Menlu Oman Badr Albusaidi bertemu kedua delegasi secara terpisah. Albusaidi mengatakan pertemuan itu membantu memperjelas posisi masing-masing pihak dan mengidentifikasi area yang masih mungkin untuk kemajuan.

Delegasi AS disebut dipimpin oleh Steve Witkoff (utusan khusus Presiden Donald Trump) dan Jared Kushner. Seorang pejabat AS juga menyebut Adm. Brad Cooper—kepala pasukan AS di Timur Tengah—ikut dalam rombongan, meski pihak militer AS tidak memberi komentar resmi.

Dalam beberapa pekan terakhir, ketegangan meningkat setelah Trump beberapa kali mengancam serangan ke Iran, termasuk pengerahan kekuatan militer AS ke kawasan Teluk. Iran juga mengancam akan membalas keras jika diserang. Araghchi menegaskan syarat dasar dialog adalah menghentikan ancaman dan tekanan.

Sementara itu, laporan menyebut negara-negara di Timur Tengah mendorong agar pembicaraan difokuskan dulu pada isu nuklir untuk menghindari kebuntuan cepat. Sejumlah diplomat regional menyebut opsi yang dibahas termasuk membatasi pengayaan uranium Iran ke level rendah (sekitar 3% atau kurang), sehingga Iran tetap “save face” tanpa mendekati level yang dibutuhkan untuk senjata nuklir.

Tiga pejabat Iran juga mengatakan Tehran bisa mempertimbangkan penangguhan jangka panjang program nuklirnya, dengan imbalan AS mencabut sanksi yang menekan ekonomi Iran. Namun sejumlah pejabat regional menilai tuntutan AS di luar isu nuklir—seperti rudal balistik dan hubungan Iran dengan kelompok milisi—akan sangat sulit disepakati.

Analis Iran, Farzan Sabet, menilai peluang kesepakatan tetap ada tetapi ruangnya sempit dan peluangnya relatif rendah. Jika Iran setuju membatasi program nuklirnya (setidaknya sepanjang pemerintahan Trump), Trump bisa mengklaim itu sebagai kemenangan besar tanpa perang—namun kesepakatan seperti itu juga dinilai tidak ideal bagi kedua pihak.

 

Sumber: The New York Times

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com NM23 Ai