AS Klaim “Mark Up” 30% dari Minyak Venezuela
Menteri Energi AS Chris Wright mengklaim Washington kini bisa “memeras” nilai lebih besar dari barel Venezuela. Dalam pernyataannya Kamis (15/1), Wright mengatakan harga realisasi yang didapat AS sekitar 30% lebih tinggi saat menjual barel minyak Venezuela yang sama dibanding harga yang didapat Venezuela beberapa pekan sebelumnya—sebuah sinyal bahwa kontrol pemasaran dan akses pembeli premium sedang mengubah peta diskon minyak Caracas.
Pernyataan itu muncul setelah AS menuntaskan penjualan perdana minyak Venezuela dalam kerangka kesepakatan US$2 miliar, dengan transaksi awal disebut bernilai US$500 juta dan penjualan lanjutan diproyeksikan menyusul dalam beberapa hari hingga pekan ke depan. Pemerintahan Trump juga menyatakan bakal memasarkan hingga 50 juta barel minyak Venezuela yang sebelumnya “terjebak”, dan penjualan bisa berlanjut seiring produksi berjalan.
Sebelumnya, PDVSA harus banting harga untuk memikat pembeli—terutama di Asia—karena kombinasi isu kualitas, sanksi, serta persaingan barel diskon dari Rusia dan Iran. Di periode itu, minyak andalan Venezuela (heavy) bahkan sempat ditawarkan dengan diskon hingga sekitar US$14 di bawah Brent, mencerminkan betapa besar premi risiko yang diminta pembeli.
Kini, pasar mulai membaca pergeseran harga. Untuk pengiriman ke US Gulf Coast, Merey-16 dilaporkan ditawarkan dengan diskon yang jauh lebih tipis, sekitar US$6 di bawah Brent—sementara pembanding heavy crude lain seperti Western Canadian Select di Houston masih berada di kisaran diskon sekitar US$12,5 terhadap Brent pada periode yang sama. Selisih ini menegaskan posisi Venezuela heavy crude yang mendadak “lebih kompetitif” ketika jalur penjualan dan distribusinya berubah. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id