• Thu, Jan 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

8 January 2026 20:13  |

Tarif Trump Di Ujung Keputusan Pasar Siap Terguncang

Putusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai legalitas tarif besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada bulan April, yang sempat mengguncang pasar, menjadi salah satu ujian besar berikutnya bagi saham dan obligasi AS.

Pasar ekuitas telah memperpanjang kenaikannya hingga tahun baru, mendorong Indeks S&P 500 ke rekor tertinggi baru. Kenaikan ini, yang membuat indeks acuan sekitar 40% di atas titik terendah April, telah dipicu oleh booming kecerdasan buatan dan keputusan Trump untuk mengurangi beberapa tarifnya yang paling keras. Imbal hasil obligasi pemerintah juga telah turun dari puncaknya pada pertengahan tahun 2025 karena para trader bertaruh bahwa Federal Reserve akan terus memangkas suku bunga sementara ekonomi mendingin.

Jika pengadilan tertinggi negara mengatakan Trump melampaui wewenangnya dengan tarif menyeluruh terhadap negara-negara di seluruh dunia, masih akan ada ketidakpastian jangka panjang yang signifikan, mengingat Gedung Putih dapat berupaya memberlakukan kembali pungutan serupa dengan menggunakan otoritas hukum yang berbeda.

Namun, analis dan investor mengatakan reaksi pasar langsung tampaknya agak lebih dapat diprediksi. Putusan yang membatalkan tarif kemungkinan akan mendorong saham dengan menjanjikan peningkatan margin keuntungan dan menghilangkan beban bagi konsumen. Pada saat yang sama, obligasi pemerintah mungkin akan berada di bawah tekanan karena stimulus potensial tersebut mempersulit prospek jalur penurunan suku bunga Fed dan mengancam untuk memperburuk defisit anggaran pemerintah.

Wall Street mungkin akan mendapatkan jawaban secepatnya minggu ini. Pengadilan telah menjadwalkan hari Jumat sebagai hari pengumuman putusan, yang menunjukkan bahwa itu akan menjadi kesempatan pertama untuk mendapatkan putusan.

Dorongan Positif untuk Saham

Secara keseluruhan, putusan yang menentang tarif akan meningkatkan pendapatan perusahaan di S&P 500, sebelum bunga dan pajak, sebesar 2,4% pada tahun 2026 dibandingkan tahun lalu, menurut perkiraan Kepala Strategi Ekuitas Wells Fargo & Co., Ohsung Kwon. Hal itu kemungkinan akan mendorong investor untuk menaikkan harga guna mencerminkan keuntungan yang lebih tinggi jika Mahkamah Agung memutuskan menentang Trump. James St. Aubin, kepala investasi di Ocean Park Asset Management, mengatakan bahwa itu akan menjadi "katalis untuk sedikit reli."

Beberapa saham berpotensi mendapatkan keuntungan lebih dari yang lain. Tarif tersebut sangat merugikan bisnis yang sangat bergantung pada barang impor. Perusahaan keuangan seperti bank diperkirakan akan mendapat manfaat dari konsumen yang lebih percaya diri atau lebih makmur.

"Sebaliknya," kata Haris Khurshid, kepala investasi di Karobaar Capital, "bahan baku, komoditas, dan produsen domestik yang mendapat manfaat dari proteksionisme mungkin akan sedikit tertinggal."

Perusahaan pakaian dan mainan yang keduanya sangat bergantung pada impor dari China dan negara-negara Asia lainnya yang menjadi sasaran tarif tertinggi dipandang sebagai pemenang yang jelas, menurut Bloomberg Intelligence. Saham di sektor ini melonjak pada bulan November ketika para hakim menunjukkan sikap skeptis terhadap tarif selama sidang.

Nike Inc. dan Mattel Inc. adalah perusahaan yang berpotensi menonjol untuk diperhatikan. Perusahaan lain termasuk Deckers Outdoor Corp., Under Armour Inc., Crocs Inc., dan American Eagle Outfitters Inc., yang semuanya telah berjuang dengan ketidakpastian terkait tarif. Saham perusahaan perlengkapan rumah tangga juga berfluktuasi, termasuk Wayfair Inc., Williams-Sonoma Inc., dan RH.

Raksasa manufaktur industri Caterpillar Inc. dan Deere & Co. termasuk di antara perusahaan yang akan paling diuntungkan dari pengembalian tarif, menurut Kwon. Hedgeye juga melihat implikasi positif untuk saham transportasi, memperkirakan peningkatan jika pencabutan tarif dikombinasikan dengan dampak pemotongan pajak Trump memberikan dorongan pada perekonomian di awal tahun ini. Hal itu dapat menguntungkan United Parcel Service Inc., FedEx Corp., dan perusahaan truk.

Bank-bank besar seperti JPMorgan Chase & Co. dan Goldman Sachs Group Inc. menghadapi volatilitas tahun lalu, bersama dengan raksasa ekuitas swasta seperti Blackstone Inc., di tengah kekhawatiran bahwa perang dagang Trump akan memperlambat aktivitas ekonomi. Perusahaan teknologi keuangan seperti Affirm Holdings Inc. dan Block Inc. rentan terhadap fluktuasi besar, begitu pula saham yang terkait dengan mata uang kripto.(alg)

Sumber: Bloomberg

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com NM23 Ai