• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

27 December 2025 10:26  |

China Murka! Perusahaan Pertahanan AS Disanksi Gara-Gara Senjata ke Taiwan

China kembali menunjukkan sikap kerasnya terhadap Amerika Serikat. Pada hari Jumat, Kementerian Luar Negeri China mengumumkan sanksi terhadap sejumlah perusahaan dan individu di sektor pertahanan AS. Langkah ini diambil sebagai respons atas penjualan senjata Amerika ke Taiwan.

Sebanyak 20 perusahaan pertahanan AS dan 10 individu masuk dalam daftar sanksi. Beberapa nama besar yang terdampak antara lain Northrop Grumman, L3Harris, Anduril Industries, serta cabang Boeing di St. Louis yang fokus pada proyek pertahanan. China juga melarang para eksekutif yang terlibat untuk masuk ke wilayahnya.

Sanksi tersebut mencakup pembekuan aset di China dan larangan bagi perusahaan maupun warga China untuk berbisnis dengan pihak-pihak yang terkena sanksi. Meski terdengar tegas, banyak pihak menilai langkah ini lebih bersifat simbolis karena sebagian besar perusahaan pertahanan AS memang tidak memiliki hubungan bisnis besar dengan China.

Langkah China ini muncul setelah Amerika Serikat mengumumkan penjualan senjata ke Taiwan senilai sekitar 11,1 miliar dolar AS. Paket ini disebut sebagai penjualan senjata terbesar yang pernah diberikan AS kepada Taiwan, dan langsung memicu kemarahan Beijing.

China menegaskan bahwa isu Taiwan adalah kepentingan utama mereka dan dianggap sebagai “garis merah” dalam hubungan dengan Amerika Serikat. Pemerintah China memperingatkan bahwa setiap tindakan yang dianggap melanggar batas tersebut akan dibalas dengan respons keras.

Di sisi lain, Amerika Serikat menyatakan sangat keberatan atas sanksi tersebut. Pemerintah AS menegaskan bahwa kebijakan penjualan senjata ke Taiwan sudah berlangsung selama puluhan tahun dan bertujuan menjaga perdamaian serta stabilitas di Selat Taiwan.

AS juga mendesak China untuk menghentikan tekanan militer dan ekonomi terhadap Taiwan, serta mendorong dialog yang lebih terbuka antara Beijing dan Taipei. Taiwan sendiri menolak klaim China dan menegaskan statusnya sebagai wilayah yang diperintah secara demokratis.

Menariknya, di tengah ketegangan ini, Boeing masih dikabarkan sedang menjajaki peluang besar di China. Perusahaan tersebut disebut-sebut berencana menjual hingga 500 pesawat sipil ke maskapai China, sebuah potensi kesepakatan besar di tengah hubungan AS–China yang masih memanas.

Ketegangan ini menunjukkan betapa sensitifnya isu Taiwan di panggung politik global, dan bagaimana satu keputusan dapat memicu reaksi berantai antara dua kekuatan besar dunia. (az)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com NM23 Ai