Trump dan Xi Berkomunikasi untuk Membicarakan Kesepakatan TikTok
Presiden Donald Trump dan pemimpin Tiongkok Xi Jinping pada hari Jumat (19/9) memulai panggilan telepon yang sangat dinantikan yang bertujuan untuk menyelesaikan kesepakatan agar TikTok tidak berhenti beroperasi di AS.
Panggilan telepon tersebut dimulai pukul 8 pagi ET, kata seorang pejabat Gedung Putih kepada CNBC.
Washington dan Beijing menyepakati "kerangka kerja" kesepakatan untuk platform media sosial tersebut pada hari Senin, kata Menteri Keuangan Scott Bessent setelah putaran perundingan terbaru antara kedua negara adidaya ekonomi tersebut di Madrid.
ByteDance, perusahaan induk TikTok di Tiongkok, telah menghadapi ultimatum berdasarkan undang-undang federal yang mengharuskannya untuk mendivestasikan bisnis platform tersebut di Amerika atau ditutup di AS.
Namun Trump, seorang penggemar TikTok yang memuji TikTok karena membantunya memenangkan pemilihan presiden 2024, telah berulang kali memperpanjang batas waktu tersebut. Pada hari Selasa, ia menandatangani perintah eksekutif yang menunda peluncurannya hingga 16 Desember.
Dalam kunjungan kenegaraan ke Inggris pada hari Kamis, Trump mengatakan bahwa ia ingin TikTok tetap hidup di AS.
"Kami akan berbicara dengan Presiden Xi pada hari Jumat untuk melihat apakah kami dapat menyelesaikan sesuatu tentang TikTok, karena ada nilai yang luar biasa, dan saya tidak ingin membocorkan nilai tersebut, tetapi saya suka TikTok," kata Trump di Chequers, kediaman akhir pekan perdana menteri Inggris di Aylesbury, Inggris.(mrv)
Sumber : CNBC.com