Timur Tengah Masih Panas kemana Arah Komoditas Pasca Serangan ?
Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel melancarkan serangan udara di distrik Leqtaifiya, ibu kota Doha, Qatar, pada Selasa (9/9). Serangan itu menargetkan pimpinan politik Hamas yang sedang mengadakan pertemuan terkait proposal gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat. Sedikitnya lima orang tewas, termasuk anak dari salah satu pemimpin Hamas serta seorang petugas keamanan Qatar. Namun, laporan menyebut sebagian besar pimpinan senior Hamas selamat dari serangan tersebut.
Qatar mengecam keras serangan itu dan menyebutnya sebagai bentuk “teror negara” yang merusak upaya mediasi serta melemahkan harapan untuk tercapainya kesepakatan gencatan senjata maupun pembebasan sandera. Dewan Keamanan PBB, dengan dukungan Amerika Serikat, juga mengutuk aksi Israel karena dianggap melanggar kedaulatan Qatar. Kecaman turut datang dari negara-negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi. UEA bahkan meluncurkan tur diplomatik untuk memperkuat koordinasi keamanan pascaserangan.
Israel membela tindakannya dengan alasan kebutuhan keamanan nasional untuk menargetkan tokoh Hamas yang dianggap terlibat dalam serangan terhadap warga sipil maupun militernya. Sementara Hamas menegaskan bahwa serangan tersebut tidak akan menghentikan perjuangan mereka.
Insiden ini dikhawatirkan memperburuk proses diplomasi yang selama ini banyak bergantung pada Qatar sebagai mediator netral antara Israel, Hamas, dan komunitas internasional. Selain itu, serangan ini juga berpotensi memperumit perundingan gencatan senjata serta pembebasan sandera yang sudah rapuh sejak awal.
Konflik ini memberi dampak langsung ke pasar keuangan: dolar AS cenderung menguat karena perannya sebagai aset safe haven, sementara harga emas dan perak terdorong naik seiring meningkatnya permintaan lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik. Minyak mentah juga berpotensi menguat karena investor mengantisipasi risiko gangguan pasokan energi dari kawasan Teluk, salah satu pusat produksi terbesar dunia.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id