Jalur Hormuz Mulai Disepakati
Iran dan Oman disebut semakin dekat menyelesaikan kerangka jalur pelayaran komersial melalui Selat Hormuz. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan kedua negara telah menyepakati koordinat geografis jalur yang akan digunakan.
Kesepakatan tersebut belum berarti Selat Hormuz langsung dibuka. Seorang pejabat Iran menegaskan bahwa pembukaan jalur tetap bergantung pada beberapa syarat lain yang masih harus dipenuhi.
Seorang pejabat senior negara Teluk memperkirakan peluang tercapainya kesepakatan pada Jumat sekitar 50%. Saat ini, Iran dan Oman masih menyelesaikan isi pernyataan bersama yang memuat poin-poin utama kesepakatan.
Baghaei mengatakan proses penyusunan dokumen sudah memasuki tahap akhir. Namun, ia juga mengingatkan bahwa kesepakatan bisa terganggu apabila ada pihak ketiga yang mencoba menghambat proses tersebut.
Perkembangan ini berpotensi menekan harga minyak karena pasar mulai melihat peluang pulihnya jalur pengiriman energi melalui Selat Hormuz. Bagi emas, meredanya ketegangan dapat mengurangi permintaan aset aman. Sementara itu, dolar AS juga bisa kehilangan sebagian dukungan apabila kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga minyak mulai berkurang.
Analisis Newsmaker: Kesepakatan Iran dan Oman menjadi sinyal positif bagi pasar, tetapi belum cukup untuk memastikan Selat Hormuz kembali normal. Jika kesepakatan resmi diumumkan, minyak berpeluang melanjutkan penurunan dan emas dapat mengalami tekanan. Namun, kegagalan negosiasi atau munculnya gangguan baru di kawasan dapat kembali mendorong kenaikan minyak, emas, dan dolar AS sebagai aset aman.(Asd)
Sumber: Newsmaker.id