Trump Terus Tekan Iran, Minyak Melonjak di Tengah Blokade Hormuz
Presiden AS Donald Trump mengancam Iran lewat unggahannya di Truth Social pada Rabu dini hari. Dirinya menyatakan Teheran “lebih baik segera bertindak cerdas” terkait kesepakatan nonnuklir. Unggahan itu disertai gambar buatan AI yang menampilkan Trump memegang senjata, dengan teks “NO MORE MR. NICE GUY!”.
Pernyataan tersebut muncul ketika Selat Hormuz disebut masih terblokade dan kelanjutan perundingan dengan Iran berada dalam ketidakpastian. Upaya melanjutkan negosiasi dalam beberapa hari terakhir dilaporkan tersendat, termasuk rencana perjalanan negosiator AS ke Islamabad, Pakistan yang dibatalkan Trump.
Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan AS “memegang semua kartu”, dan menegaskan jika Iran ingin berbicara “mereka bisa datang kepada kami, atau mereka bisa menelepon kami.” Artikel tersebut juga menyebut pembicaraan sebelumnya yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance berakhir tanpa kesepakatan.
Dari sisi Teheran, Iran mengusulkan pembukaan kembali Selat Hormuz jika AS mencabut blokade atas pelabuhan-pelabuhan Iran dan perang berakhir, sebagaimana dikonfirmasi juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt pada Senin. Proposal itu disebut akan menunda negosiasi mengenai ambisi nuklir Iran ke tahap berikutnya, sementara Reuters melaporkan pada Selasa bahwa Trump tidak puas dengan usulan tersebut dan Gedung Putih diperkirakan menyiapkan tawaran balasan.
Pasar energi merespons dengan kenaikan harga minyak: kontrak WTI naik 2,82% ke $102,75 setelah unggahan Trump, sementara Brent naik 3% dan ditutup di $114,62. Harga sudah berada di level tinggi setelah Uni Emirat Arab mengumumkan pada Selasa akan keluar dari OPEC per 1 Mei, menambah ketidakpastian pasokan; pelaku pasar kini memantau arah balasan AS atas proposal Iran, status blokade Hormuz, dan sinyal gangguan pasokan lanjutan yang dapat memperpanjang premi risiko di minyak. (gn)
Sumber: Newsmaker.id