• Sat, Jan 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

1 December 2025 09:05  |

Upaya Perdamaian Rusia–Ukraina Kembali Meningkat, Tapi Tantangan Masih Besar

Upaya diplomasi antara Rusia dan Ukraina kembali memanas setelah delegasi Ukraina menggelar pertemuan dengan pejabat Amerika Serikat di Florida akhir pekan lalu. Negosiasi ini dipimpin oleh Rustem Umerov, negosiator baru Ukraina, yang menggantikan tim sebelumnya. Pertemuan disebut “produktif” oleh pejabat AS, meski masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan untuk mencapai kesepakatan damai yang nyata. AS dikabarkan akan melanjutkan pembicaraan dengan Rusia di Moskow dalam beberapa hari mendatang untuk memperdalam dialog.

Meski ada tanda-tanda diplomasi aktif, ketegangan di lapangan tetap tinggi. Serangan militer, termasuk aksi drone dan serangan terhadap infrastruktur, terus terjadi di kedua sisi. Ukraina dan Rusia masih saling menuduh melakukan pelanggaran, sementara korban sipil dan kerusakan material menambah tekanan bagi proses perdamaian.

Venezuela, AS, dan sekutu internasional menekankan pentingnya penyelesaian damai yang adil dan menghormati kedaulatan Ukraina. Namun, rencana damai yang sedang dibahas menghadapi keraguan luas karena beberapa usulan bisa menimbulkan konsesi besar bagi Rusia, termasuk soal status wilayah dan jaminan keamanan pasukan Ukraina. Di dalam negeri Ukraina sendiri, negosiasi menjadi lebih kompleks akibat pergantian figur kunci dan isu korupsi yang sedang berlangsung.

Di sisi Rusia, meski pemerintah menyatakan siap untuk pembicaraan baru, tuntutan keras tetap dipertahankan dan gencatan senjata penuh sulit diwujudkan tanpa persyaratan tertentu. Kondisi ini membuat jalan menuju perdamaian permanen masih panjang dan penuh ketidakpastian.

Secara keseluruhan, meskipun ada dorongan diplomatik baru dari AS dan sekutu internasional, banyak pihak menilai bahwa konflik Rusia–Ukraina belum menunjukkan tanda-tanda mereda secara signifikan. Harapan untuk kesepakatan damai jangka panjang masih memerlukan kompromi besar, jaminan keamanan, dan konsensus internasional, sementara situasi di lapangan tetap rawan eskalasi.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com NM23 Ai