Xi–Trump Bahas Taiwan Lagi
Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump kembali membahas isu Taiwan dalam panggilan telepon berdurasi sekitar satu jam. Xi memanfaatkan ketegangan diplomatik dengan Jepang untuk menegaskan klaim China atas Taiwan sebagai bagian dari tatanan internasional pasca Perang Dunia II. Ia juga mengingatkan bahwa dulu China dan AS pernah berada di pihak yang sama melawan fasisme dan militerisme.
Dalam pernyataannya, Trump tidak menyinggung Taiwan maupun Jepang. Ia hanya menekankan kemajuan pembicaraan dagang dan menyebut hubungan AS–China “sangat kuat”. Namun, beberapa jam kemudian, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan Trump telah menghubunginya untuk memberi penjelasan soal isi pembicaraan dengan Xi dan menegaskan kembali pentingnya aliansi AS–Jepang.
Meski begitu, masih ada tanda tanya seberapa jauh Trump bersedia mendekat ke China. Trump telah menerima undangan untuk berkunjung ke Beijing pada April mendatang dan memberi sinyal bisa melonggarkan beberapa pembatasan keamanan nasional, termasuk terkait penjualan chip AI canggih Nvidia. Di sisi lain, ia pernah meragukan komitmennya terhadap keamanan Taiwan, sementara Xi sudah beberapa kali memakai kekuatan ekonomi China — seperti domiasi rare earth — untuk menekan AS dalam perang dagang.
Ketegangan China–Jepang sendiri memanas sejak 7 November, ketika Takaichi mengisyaratkan bahwa pasukan Jepang bisa terseret jika terjadi krisis di Taiwan. China merespons dengan tekanan ekonomi, kecaman keras, hingga membawa isu ini ke PBB. Risiko bagi Taiwan adalah jika Xi mencoba memanfaatkan situasi ini untuk mengadu domba AS dengan sekutu-sekutunya di Asia, termasuk Jepang, sambil menekan penjualan senjata AS ke Taiwan dan upaya transit Presiden Taiwan Lai Ching-te di wilayah AS.
Sejauh ini, beberapa pejabat AS seperti Menlu Marco Rubio menegaskan bahwa Washington tidak berniat mengorbankan Taiwan demi kesepakatan dagang dengan Beijing. Namun, dukungan terbuka terhadap Jepang lebih banyak datang dari pejabat level bawah, seperti duta besar AS di Tokyo. Panggilan Trump–Xi kali ini dipandang sebagai upaya Beijing menguji sikap resmi AS soal Taiwan dan Jepang, sekaligus menegaskan bahwa isu Taiwan akan menjadi salah satu topik utama menjelang kunjungan Trump ke Beijing tahun depan.(asd)
Sumber: Newsmaker.id