Sektor Jasa AS Tetap Ekspansi, Permintaan Eksternal Melemah
Aktivitas sektor jasa AS masih bertahan di zona ekspansi pada Januari, dengan S&P Global US Services PMI berada di 53.8 — menandakan ekonomi jasa tetap tumbuh, walau lajunya belum bisa dibilang ngebut. Angka di atas 50 berarti ekspansi, dan ini memperpanjang tren pertumbuhan yang sudah berjalan cukup lama.
Dorongan utamanya datang dari permintaan domestik yang masih cukup solid. Namun, sisi eksternal justru jadi rem: permintaan dari klien luar negeri melemah, dan catatan survei menunjukkan ekspor turun tajam—sejalan dengan kondisi perdagangan yang makin “keras” di tengah isu tarif dan respons balasan.
Soal tenaga kerja, perusahaan jasa cenderung masih rekrut, tapi kenaikannya tipis—lebih ke “nambah seperlunya” karena permintaan kapasitas stabil, bukan karena ledakan aktivitas. Ini nyambung dengan sinyal pasar tenaga kerja yang mulai melambat secara bertahap di awal tahun.
Di sisi harga, tekanan biaya belum hilang. Survei menyorot inflasi input tetap tinggi, dengan tarif impor masih sering disebut sebagai faktor pendorong biaya. Meski begitu, kenaikan harga jual ke pelanggan terlihat lebih terbatas—artinya sebagian pelaku usaha tampak menahan passing cost penuh ke konsumen.
Ke depan, yang perlu dicatat: kepercayaan bisnis turun ke level terendah dalam tiga bulan. Jadi, walaupun angka PMI masih ekspansi, mood pelaku usaha mulai lebih hati-hati—kombinasi dari biaya yang masih tinggi, ketidakpastian kebijakan, dan permintaan eksternal yang melemah. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id