Permintaan Global Lesu, OPEC Tak Berdaya Harga Minyak Kembali Turun!
Harga minyak dunia kembali bergerak melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (30/10), di tengah kekhawatiran pasar terhadap kelebihan pasokan global dan melambatnya permintaan energi. Meskipun OPEC+ telah menegaskan bahwa peningkatan produksi akan dilakukan secara bertahap, sentimen bearish masih membayangi pasar setelah laporan terbaru dari International Energy Agency (IEA) dan U.S. Energy Information Administration (EIA) menunjukkan potensi surplus pasokan hingga tahun 2026.
Menurut laporan S&P Global Commodity Insights, pasokan minyak mentah global saat ini diperkirakan melebihi permintaan sekitar 1 juta barel per hari, sementara pertumbuhan ekonomi yang melambat di Tiongkok dan Eropa memperlemah konsumsi bahan bakar. “Kondisi fundamental pasar minyak saat ini tidak mendukung kenaikan harga yang signifikan, karena sisi permintaan masih tertinggal dari ekspektasi,” kata analis energi dari FXEmpire, John Kilduff, dalam laporannya, Selasa pagi waktu Asia.
Namun, beberapa analis menilai harga minyak mulai menunjukkan tanda-tanda mencapai titik jenuh jual (oversold), membuka peluang koreksi teknikal jangka pendek. Data perdagangan menunjukkan harga minyak jenis Brent diperdagangkan di kisaran US$60–US$65 per barel, sementara minyak WTI bertahan di sekitar US$58-US$60 per barel. Resistance terdekat berada di level US$61,75, sedangkan support kuat terlihat di area US$55 per barel.
“Investor masih berhati-hati menunggu data ekonomi Amerika Serikat berikutnya, termasuk inflasi PCE dan laporan tenaga kerja, yang dapat memengaruhi prospek permintaan energi global,” tulis Reuters dalam laporan terbarunya.
Secara keseluruhan, prospek harga minyak dalam jangka pendek masih cenderung netral cenderung bearish, dengan pelaku pasar fokus pada keseimbangan antara suplai OPEC+ dan tren permintaan yang belum pulih.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id