Harga Emas Tertekan Jelang Keputusan The Fed dan Pertemuan Trump–Xi di Korea
Harga emas dunia mengalami tekanan pada perdagangan Selasa (28/10), di tengah kombinasi faktor global yang menimbulkan ketidakpastian di pasar. Investor menunggu hasil keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) dan perkembangan dari pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Korea Selatan.
Secara fundamental, harga emas (XAU/USD) tertekan oleh menguatnya dolar AS dan meningkatnya selera risiko investor setelah muncul sinyal positif dari hubungan dagang Amerika Serikat dan Tiongkok. Pertemuan di Malaysia pekan lalu antara pejabat kedua negara menghasilkan kesepakatan awal mengenai peningkatan kerja sama teknologi dan perdagangan, yang disambut positif oleh pasar global.
Namun, di sisi lain, perhatian investor tetap tertuju pada keputusan The Fed terkait suku bunga. Pasar memperkirakan bank sentral AS akan memberikan sinyal awal pemangkasan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, meski sebagian pejabat masih menegaskan bahwa inflasi belum sepenuhnya terkendali. “Kami akan tetap bergantung pada data dan belum berada di posisi untuk memastikan arah kebijakan yang lebih longgar,” ujar Gubernur The Fed, Michelle Bowman, dalam pernyataannya yang dikutip dari Bloomberg.
Sementara itu, analis dari JPMorgan mengatakan bahwa jika The Fed bersikap lebih dovish, harga emas berpotensi menguat kembali karena ekspektasi penurunan suku bunga akan menekan imbal hasil obligasi AS. Sebaliknya, jika pernyataan The Fed tetap hawkish, maka tekanan terhadap emas kemungkinan berlanjut.
Secara teknikal, harga emas saat ini bergerak di sekitar area support penting di level US$3.950 per troy ounce. Jika level ini tembus ke bawah, tekanan jual bisa membawa harga menuju US$3.900 – US$3.800. Namun bila terjadi rebound, area resistance terdekat berada di kisaran US$4.040–4.050.
Analis dari FXStreet mencatat bahwa volatilitas tinggi masih akan membayangi pergerakan emas menjelang keputusan The Fed dan pertemuan Trump–Xi. “Kombinasi antara isu geopolitik dan kebijakan moneter menjadikan pasar emas sangat sensitif terhadap berita besar dalam beberapa hari ke depan,” tulis laporan tersebut.
Dengan sentimen pasar yang masih campuran, sebagian trader memilih menunggu konfirmasi arah dari The Fed sebelum mengambil posisi besar. Jika The Fed menegaskan rencana pemangkasan suku bunga, emas berpotensi rebound. Namun bila bank sentral menegaskan sikap ketat, tekanan bisa berlanjut hingga akhir pekan.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id