• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

17 October 2025 12:26  |

Kenaikan Emas Belum Ada Obatnya !

Harga emas dunia kembali menanjak tajam dan menembus rekor tertinggi baru di atas USD 4.300 per ons, didorong oleh meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan segera memangkas suku bunga serta lonjakan permintaan aset aman di tengah ketidakpastian global.

Pada sesi Asia, emas spot (XAU/USD) diperdagangkan di kisaran USD 4.285 per ons, naik sekitar 0,6% dibandingkan penutupan sebelumnya. Kenaikan ini memperpanjang reli bullish yang sudah berlangsung selama dua minggu berturut-turut.

Fundamental: Ekspektasi The Fed Dorong Emas ke Level Tertinggi dalam Sejarah

Kenaikan tajam harga emas dipicu oleh meningkatnya keyakinan pasar bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat untuk menstimulasi perekonomian yang mulai melemah akibat dampak berkepanjangan dari shutdown pemerintahan AS dan melambatnya aktivitas sektor industri.

Menurut survei CME FedWatch Tool, peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan FOMC akhir Oktober mencapai lebih dari 85%. Ekspektasi ini menekan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS dan melemahkan dolar, membuat emas semakin menarik bagi investor.

“Investor kini lebih fokus pada potensi pelonggaran kebijakan moneter The Fed dibandingkan data ekonomi jangka pendek. Ketika suku bunga turun, daya tarik emas sebagai aset lindung nilai meningkat tajam,” ujar analis logam mulia dari Reuters Energy Desk.

Selain faktor moneter, ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok yang kembali meningkat turut memperkuat permintaan terhadap aset safe-haven seperti emas. Pemerintah AS dilaporkan sedang mempertimbangkan tarif baru terhadap produk teknologi asal Tiongkok, yang dikhawatirkan dapat memperburuk outlook pertumbuhan global.

Dukungan dari Bank Sentral dan Lembaga Keuangan Besar

Beberapa lembaga keuangan besar juga menambah sentimen positif terhadap harga emas. HSBC dalam laporan terbarunya menaikkan proyeksi harga rata-rata emas tahun 2025 menjadi USD 4.100, naik signifikan dari perkiraan sebelumnya.

Sementara itu, Bank of America (BoA) bahkan memperkirakan bahwa harga emas berpotensi mencapai USD 5.000 per ons pada 2026, seiring dengan pelemahan dolar dan kebijakan moneter longgar di berbagai negara.

“Permintaan dari bank sentral dan investor institusional tetap solid. Emas menjadi pilihan utama di tengah pelemahan ekonomi global dan ketidakpastian kebijakan fiskal AS,” tulis laporan BoA.

Teknikal: Tren Bullish Kuat, Namun Waspadai Koreksi Pendek

Secara teknikal, tren emas masih menunjukkan momentum bullish yang kuat. Harga kini bergerak jauh di atas rata-rata pergerakan (MA) 20, 50, dan 200 hari, menandakan tren naik jangka menengah masih berlanjut.

Namun, beberapa indikator teknikal seperti Relative Strength Index (RSI) menunjukkan kondisi overbought, mengindikasikan potensi koreksi jangka pendek jika terjadi aksi ambil untung (profit taking).

Zona support utama berada di kisaran USD 4.220 – USD 4.270 per ons,

Resistance kuat diperkirakan di sekitar USD 4.350 – USD 4.390 per ons.

Selama harga bertahan di atas level USD 4.300, tren naik emas masih dianggap valid dan berpeluang melanjutkan penguatan ke level psikologis berikutnya di USD 4.400.

Prediksi Penutupan Mingguan

Dengan dorongan kuat dari ekspektasi pemangkasan suku bunga, permintaan safe-haven, serta pelemahan dolar, analis memperkirakan harga emas akan menutup minggu ini di kisaran USD 4.270 – USD 4.320 per ons.

Koreksi moderat tetap mungkin terjadi, namun tekanan jual diperkirakan terbatas karena sentimen global masih berpihak pada aset aman.

“Selama pasar masih memandang risiko ekonomi AS tinggi dan The Fed tetap dovish, setiap koreksi pada emas cenderung hanya bersifat sementara,” jelas laporan FXStreet.

Kombinasi dari ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, ketegangan geopolitik, dan permintaan kuat dari investor global membuat emas mencetak rekor baru pada perdagangan pekan ini.

Meskipun ruang koreksi jangka pendek tetap terbuka, tren utama masih mengarah bullish, dengan potensi harga menguat menuju USD 4.400 dalam beberapa minggu ke depan.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

ANALYSIS & OPINION

Sikap Hati-Hati Investor Lemahkan Emas

Para pejabat The Fed tadi malam mengatakan bahwa mereka masih tetap bersabar untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%...

29 May 2025 09:18
ANALYSIS & OPINION

6 Poin Deklarasi KTT BRICS di Rusia: 'Tekan' Dolar-Perang Ti...

Negara-negara BRICS menyetujui komunike bersama pada Rabu (23/10/2024) selama pertemuan puncak tiga hari kelompok tersebut di...

25 October 2024 22:58
ANALYSIS & OPINION

Semua Langkah Kebijakan Trump Berikan Dorongan Untuk Logam K...

Donald Trump yang resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada tanggal 20 Januari 2025 lalu telah merealisasikan bebe...

7 February 2025 09:28
ANALYSIS & OPINION

Amerika Berencana Jual Cadangan Emasnya, Apa Bisa Picu Korek...

Berita mengejutkan datang dari Amerika disaat mentri perdagangan mereka Scott Bessent diberitakan mencoba untuk merevaluasi k...

21 February 2025 10:12
BIAS23.com NM23 Ai